Catatan Sosiologis Peta Jalan Pendidikan

Rabu, 24 Maret 2021 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Bagian sosial budaya kurang mendapatkan pendalaman karena hanya mencantumkan “keragaman budaya, migrasi dan urbanisasi”. Menurut saya perlu pendalaman lagi secara sosiologis. Hal penting yang harusnya menjadi fokus perhatian peta jalan pendidikan secara sosiologis adalah (1) penghargaan terhadap keanekaragaman sosial budaya masyarakat. Hal ini menjadi penting karena masyarakat Indonesia mencerminkan keanekaragaman sebuah bangsa, baik dari segi budaya, tradisi, bahasa, latar belakang etnis, adat istiadat dan kearifan lokal yang sekaligus menegaskan ikatan keindonesiaan dalam masyarakat multikultural; (2) konteks geografis yang tersebar di Indonesia seperti daerah pegunungan/agraris, daerah pesisir, daerah perkotaan atau daerah terdepan, terluar dan tertinggal.

Adanya tiga karakteristik daerah yang berbeda ini (pegunungan/agraris/perdesaan, pesisir dan perkotaan) berkaitan dengan penjelasan sebelumnya karena perbedaan geografis tersebut memproduksi perbedaan sosial budaya masyarakatnya. Kedua hal ini secra empiris sering menjadi masalah serius karena adanya ketimpangan sosial pendidikan antara daerah perkotaan dan daerah perdesaan yang menyebabkan kemudian pada hasil/output pendidikan.

Kenapa ini perlu menjadi catatan strategis untuk dimasukkan ke dalam peta jalan pendidikan? Tak lain karena mengelola pendidikan bukan hanya mengelola Pulau Jawa atau masyarakat perkotaan, tetapi mengelola keragaman sosial budaya dan geografis masyarakat Indonesia. Dengan kata lain agar peta jalan pendidikan tersebut tidak bias kepentingan atau bias wilayah (disebut juga bias kota). Peta jalan pendidikan harus menggambarkan secara keseluruhan/makro karakteristik persebaran wilayah ini sehingga pendekatannya akan lebih komprehensif. Misalnya dengan adanya data statistik persebaran penduduk di wilayah ini untuk mendukung bangunan perspektif sosiologis tersebut.

Konteks negara lain berbeda dengan Indonesia? Secara sosiologis dan geografis Indonesia sangat berbeda dari negara lain. Indonesia adalah negara kepulauan (archipelago country) terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, terdiri atas sekitar 300 suku. Setiap suku memiliki dialek tersendiri. Secara keseluruhan terdapat lebih dari 360 dialek yang memperkaya budaya Indonesia. Akibatnya dari negara kepulauan melahirkan konteks keanekaragaman etnis, bahasa, budaya, adat tradisi, dan agama. Negara lain relatif lebih homogen bila dibandingkan dengan Indonesia. Akibatnya adalah perspektif yang digunakan harus lebih beragam (tidak tunggal) dalam melihat masyarakat Indonesia. Di Asia Tenggara, Malaysia mungkin bisa beragam masyarakatnya yang mencakup Melayu, India, China, dan bangsa/etnis lainnya. Tapi mereka tidak tersebar secara kepulauan seperti halnya Indonesia.

Perangkap Urban Bias
Penguatan konteks keragaman itu harus dieksplisitkan dengan menekankan keanekaragaman sosial budaya etnis dan lain-lain sebagai perspektif utama yang komprehensif. Tidak perlu kebijakan di tiap wilayah. Jika memasukkan kebijakan di tiap wilayah itu akan menjadi parsial. Dalam studi sosiologi sebagai partikularisme, tetapi kita ingin menekankan universalisme dalam pendidikan Indonesia berbasiskan keanekaragaman sosial budaya etnis dll. Potensi daerah tidak perlu spesifik dijelaskan karena itu akan lebih terjebak ke dalam teknis operasional. Peta Jalan itu adalah perspektif makro yang komprehensif dan menggambarkan kondisi/konteks masyarakat Indonesia yang beragam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Kasus Chromebook Dinilai...
Kasus Chromebook Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Sebut Nadiem Makarim Dikriminalisasi
Respons Pleidoi Nadiem,...
Respons Pleidoi Nadiem, Jaksa: Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan
Bacakan Pleidoi, Nadiem:...
Bacakan Pleidoi, Nadiem: Proyek Chrome Hemat Negara Rp3,9 Triliun, Bukan Merugikan
Nadiem Bacakan Pledoi:...
Nadiem Bacakan Pledoi: Usai Terima Bintang Mahaputra Adipradana Dihadiahi Jeruji Besi
Ruang Sidang Sempat...
Ruang Sidang Sempat Gelap Gulita saat Nadiem Makarim Bacakan Pleidoi
Jejak Pendidikan Nadiem...
Jejak Pendidikan Nadiem Makarim, Eks Menteri Lulusan Harvard yang Dituntut 18 Tahun Penjara
Perkuat Akses Pendidikan,...
Perkuat Akses Pendidikan, UMJ Resmikan Kampus Tulang Bawang Lampung
Jemaah Salat Idulfitri...
Jemaah Salat Idulfitri di Muhammadiyah Menteng Membeludak ke Jalan, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin
Rekomendasi
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Berita Terkini
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved