Legislator Golkar Nilai Impor Beras Diperbolehkan UU Cipta Kerja
Senin, 22 Maret 2021 - 01:11 WIB
loading...
Anggota Komisi VI DPR, Singgih Januratmoko mendukung rencana pemerintah yang bakal mengimpor kembali beras dalam waktu dekat sebesar 1 juta-1,5 juta ton. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR , Singgih Januratmoko mendukung rencana pemerintah yang bakal mengimpor kembali beras dalam waktu dekat sebesar 1 juta-1,5 juta ton. Politikus Partai Golkar ini menilai impor beras diperlukan dengan syarat-syarat tertentu, tentu jangan sampai merugikan petani.
"Catatan penting saya, isu pangan adalah isu global. Dia telah menjadi komoditas penting dalam geopolitik dan geoekonomi, yang mempengaruhi kehidupan global," ujar Singgih, Senin (22/3/2021). Baca juga: Tolak Impor Beras, PBB Minta Pemerintah Fokus Penyerapan Hasil Panen
Sementara di dalam negeri, impor pangan menjadi isu sensitif dan tidak populis. Singgih menolak anggapan impor beras ini tidak peka petani.
"Masyarakat harus memahami, impor tersebut masih berupa nota kesepahaman atau MoU. Hal ini untuk memastikan pemerintah mendapat kuota jatah beras yang jadi isu sensitif dunia," katanya.
Dia berpendapat ledakan penduduk dunia dan alih fungsi lahan pangan serta biofuel membuat komoditas pangan jadi rebutan berbagai negara. Beras menjadi salah satu komoditas yang populer di Asia, sementara China menjadi penyerap terbesar.
"Catatan penting saya, isu pangan adalah isu global. Dia telah menjadi komoditas penting dalam geopolitik dan geoekonomi, yang mempengaruhi kehidupan global," ujar Singgih, Senin (22/3/2021). Baca juga: Tolak Impor Beras, PBB Minta Pemerintah Fokus Penyerapan Hasil Panen
Sementara di dalam negeri, impor pangan menjadi isu sensitif dan tidak populis. Singgih menolak anggapan impor beras ini tidak peka petani.
"Masyarakat harus memahami, impor tersebut masih berupa nota kesepahaman atau MoU. Hal ini untuk memastikan pemerintah mendapat kuota jatah beras yang jadi isu sensitif dunia," katanya.
Dia berpendapat ledakan penduduk dunia dan alih fungsi lahan pangan serta biofuel membuat komoditas pangan jadi rebutan berbagai negara. Beras menjadi salah satu komoditas yang populer di Asia, sementara China menjadi penyerap terbesar.
Lihat Juga :