Berkelakar, Hasto Tantang Sekjen Parpol Lain Lomba Kecepatan Menyapu

Minggu, 21 Maret 2021 - 17:15 WIB
loading...
Berkelakar, Hasto Tantang...
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Usai menanam pohon di Waduk Rawa Lindung Pesanggrahan, Jakarta, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto tak berhenti dengan kegiatan merawat lingkungan . Bersama Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga, Hasto mengarah ke tempat Chaerudin, atau akrab disapa Babeh Idin, yang dikenal sebagai aktivis penjaga lingkungan hidup Pesanggrahan Sangga Buana.

Lokasinya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang masih dialiri Kali Pesanggrahan. Di sana, Hasto bersama sejumlah kader PDIP termasuk Ketua DPC Jakarta Selatan Yuke Yurike, akan menanam bibit pohon dan menebar benih ikan.

Baca juga: Dokumen KLB Demokrat Moeldoko Belum Lengkap, Menkumham Beri Waktu Sepekan

Namun uniknya, Hasto dan Eriko justru mendapat tugas' bersih-bersih dulu dari Babeh Idin. Keduanya lalu mengambil sapu lidi. Dedaunan dari pohon-pohon yang ramai di lokasi itu menjadi obyek yang dibersihkan.

"Dulu waktu saya kecil juga sering mengerjakan hal ini," kata Hasto sambil terus menyapu mengumpulkan sampah dedaunan itu, Minggu (21/3/2021).

"Saya juga Pak Sekjen. Waktu masih saya kecil juga dapat tugas bersih-bersih dan menyapu dari bapak saya," kata Eriko Sotarduga yang tampak semangat juga mengerjakannya.

Sambil tertawa, Hasto lalu berkelakar menantang sekretaris jenderal partai politik lain untuk berlomba menyapu sampah daun di Gelora Bung Karno (GBK).

Baca juga: Soal All England, PDIP Ungkap Nasionalisme Bung Karno dan GBK hingga Ganefo

"Saya tantang lomba kecepatan menyapu. Soalnya saya sudah biasa melakukan hal ini sejak kecil," kata Hasto sambil tertawa. Semua yang hadir turut tertawa mendengarnya.

Sampah daun yang mereka sapu tak dibuang. Dedaunan itu dikumpulkan di sebuah bak untuk kemudian dibusukkan dan terproses alami menjadi kompos. Oleh Babeh Idin, dijelaskan bahwa konsepnya adalah sustainable living. Kompos itu kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk untuk berbagai tanaman di sana. "Ada kopi, porang, dan berbagai tanaman buah," kata Babe Idin.

"Hutan kota itu esensinya harus ada nilai ekonomi. Jadi seperti kami bisa ditangani kopi, hutan bambu, lebah, hingga pengolahan sampah. Misal porang, itu nilai ekonomisnya tinggi menjadi nasi shiratakie. Harganya Rp 200 ribu sekilo. Jadi ini bagaimana conservacy entrepreneurship dikembangkan," tambah Babeh Idin.

Hasto juga mengamini apa yang dikatakan oleh Babeh Idin. Menurutnya, selain alam menjadi indah dan udara bersih karena penanaman pohon, namun ada nilai ekonomi yang bisa diperoleh masyarakat yang mengelolanya. "Jadi ada potensi ekonomi untuk masyarakat yang mengelola," kata Hasto.

Usai bersih-bersih dan menyapu, Hasto dan kawan-kawan lalu melakukan penanaman bibit porang serta kopi. Selanjutnya, dilakukan penebaran benih ikan di aliran Sungai Pesanggrahan. Hasto, Eriko, Babeh Idin, hingga Yuke melakukannya.

"Saya merasa damai di sini. Apalagi ada pohon bambu yang 27 tahun lalu ditanam oleh Ibu Megawati di sini. Semoga ikan yang kami tebar ini hidup, berkembang, menjadi bagian ekosistem sehat di sini," ujar Hasto.

Usai itu, Hasto dan semuanya beristirahat sambil menyantap buah rambutan dan singkong yang merupakan hasil tanaman oleh Babeh Idin di lokasi tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penghijauan yang dilaksanakan PDIP di seluruh Indonesia. Di Jakarta, kegiatan dipusatkan di Gelora Bung Karno dan Waduk Rawa Lindung Pesanggarahan.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Rekomendasi
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Mbappe Ungkap Momen...
Mbappe Ungkap Momen Terjebak 2 Jam di Ruang Ganti
Berita Terkini
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Infografis
Putin Tantang AS Kerahkan...
Putin Tantang AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih THAAD ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved