Gatot Nurmantyo Bicara Manuver Moeldoko: Tidak Mencerminkan Kehormatan Prajurit
Selasa, 16 Maret 2021 - 15:34 WIB
loading...
Gatot Nurmantyo menilai tindakan seniornya, Moeldoko, tidak mencerminkan kualitas etika, moral serta kehormatan prajurit TNI. Foto/youtube
A
A
A
JAKARTA - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo secara terbuka ”menyerang” Kepala Staf Presiden Moeldoko . Gatot menyebut apa yang dilakukan seniornya itu terhadap Partai Demokrat tidak mencerminkan moral etika seorang prajurit. Hal ini disampaikannya dalam sebuah wawancara yang ditayangkan saluran youtube jurnalis Arief Munandar.
”Saya ingatkan dengan niat untuk tetap menjaga moral dan kehormatan prajurit TNI, saya sungguh ingin membuat garis batas yang tegas,” ujar Gatot ketika menjawab pertanyaan soal sikap Moeldoko dan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit dalam video yang dikutip, Selasa (16/3/2021).
(Baca: Kader Senior Demokrat Unggah Foto Tersenyum Bareng, Cuma Darmizal yang Menunduk)
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa Moeldoko bakal mau menerima ajakan untuk mencaplok Partai Demokrat saat ini. Sebab Gatot merasa tahu betul bahwa apa yang ditawarkan melanggar etika moral, sebuah nilai yang tertanam kuat pada setiap prajurit.
”Saya hampir tidak percaya beliau mau. Mengapa? Karena beliau adalah senior saya di akademi militer, berarti beliau juga ikut membentuk saya, beliau juga peraih adhi makayasa dan saya pernah menjadi anak buahnya,” ujar dia.
”Saya ingatkan dengan niat untuk tetap menjaga moral dan kehormatan prajurit TNI, saya sungguh ingin membuat garis batas yang tegas,” ujar Gatot ketika menjawab pertanyaan soal sikap Moeldoko dan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit dalam video yang dikutip, Selasa (16/3/2021).
(Baca: Kader Senior Demokrat Unggah Foto Tersenyum Bareng, Cuma Darmizal yang Menunduk)
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa Moeldoko bakal mau menerima ajakan untuk mencaplok Partai Demokrat saat ini. Sebab Gatot merasa tahu betul bahwa apa yang ditawarkan melanggar etika moral, sebuah nilai yang tertanam kuat pada setiap prajurit.
”Saya hampir tidak percaya beliau mau. Mengapa? Karena beliau adalah senior saya di akademi militer, berarti beliau juga ikut membentuk saya, beliau juga peraih adhi makayasa dan saya pernah menjadi anak buahnya,” ujar dia.
Lihat Juga :