Mutasi B117 Meningkatkan Risiko Kematian? Begini Penjelasan LBM Eijkman
Jum'at, 12 Maret 2021 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa dari sekian banyak mutasi B117 ini hanya 4% yang menyebabkan virus itu lebih berbahaya. “Dari sekian banyak mutasi sebetulnya hanya 4% yang menyebabkan virus itu menjadi lebih berbahaya. Artinya menyebabkan perubahan yang signifikan,” jelas dia.
“Sebagian besar mutasi yang dialami oleh virus itu akan menyebabkan bahkan kematian si virus itu sendiri atau tambah lemah atau tidak terjadi apa-apa ya. Jadi yang yang menyebabkan peningkatan kesehatan dan sebagainya itu hanya 4% dari mutasi-mutasi,” sambung Amin.
Meskipun demikian, bahwa kecepatan menginfeksi mutasi B117 ini lebih tinggi hingga lebih dari 70%. “Virus B117 ini mengalami beberapa mutasi. Sehingga dia memiliki salah satu karakteristik yang signifikan adalah bisa menginfeksi sel manusia dengan kecepatan yang lebih tinggi 40 sampai 70%,” uangkapnya.
Sehingga, kata Amin, dikhawatirkan akan menginfeksi lebih cepat dibandingkan dnegan sebelum adanya mutasi COVID-19. “Tapi juga karena dia bisa mennginfeksi lebih cepat dikawatirkan dia menular lebih cepat atau bisa mengeluarkan ke lebih banyak orang.” Baca juga: LBM Eijkman: Vaksin COVID-19 Masih Efektif untuk Mutasi B117
“Berarti yang kita akan meningkatkan angka reproduksi yang kita kenal sebagai reprodution number yang biasanya mungkin sekitar 2 atau 3 ya, sampai 4, kita harapan agar reproduksi itu akan dibawa 1 tidak ada penularan. Tapi kalau kalau virusnya menjadi lebih cepat menular mungkin bisa menjadi lebih dari 3, itu yang kita khawatirkan,” imbuh Amin.
“Sebagian besar mutasi yang dialami oleh virus itu akan menyebabkan bahkan kematian si virus itu sendiri atau tambah lemah atau tidak terjadi apa-apa ya. Jadi yang yang menyebabkan peningkatan kesehatan dan sebagainya itu hanya 4% dari mutasi-mutasi,” sambung Amin.
Meskipun demikian, bahwa kecepatan menginfeksi mutasi B117 ini lebih tinggi hingga lebih dari 70%. “Virus B117 ini mengalami beberapa mutasi. Sehingga dia memiliki salah satu karakteristik yang signifikan adalah bisa menginfeksi sel manusia dengan kecepatan yang lebih tinggi 40 sampai 70%,” uangkapnya.
Sehingga, kata Amin, dikhawatirkan akan menginfeksi lebih cepat dibandingkan dnegan sebelum adanya mutasi COVID-19. “Tapi juga karena dia bisa mennginfeksi lebih cepat dikawatirkan dia menular lebih cepat atau bisa mengeluarkan ke lebih banyak orang.” Baca juga: LBM Eijkman: Vaksin COVID-19 Masih Efektif untuk Mutasi B117
“Berarti yang kita akan meningkatkan angka reproduksi yang kita kenal sebagai reprodution number yang biasanya mungkin sekitar 2 atau 3 ya, sampai 4, kita harapan agar reproduksi itu akan dibawa 1 tidak ada penularan. Tapi kalau kalau virusnya menjadi lebih cepat menular mungkin bisa menjadi lebih dari 3, itu yang kita khawatirkan,” imbuh Amin.
(kri)
Lihat Juga :