RI Ajak Belanda Komitmen Tingkatkan Kesadaran Adaptasi Perubahan Iklim

Kamis, 11 Maret 2021 - 16:21 WIB
loading...
RI Ajak Belanda Komitmen Tingkatkan Kesadaran Adaptasi Perubahan Iklim
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, pentingnya kerja sama Indonesia-Belanda, karena berpotensi besar mengembangkan bidang adaptasi perubahan iklim. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, pentingnya kerja sama Indonesia-Belanda, karena berpotensi besar mengembangkan bidang adaptasi perubahan iklim.

Baca juga: Peta Banjir Dunia Berubah, Meningkat di Daerah Beriklim Sedang

Demikian disampaikan Siti Nurbaya, ketika menjadi pembicara kunci pada acara Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) yang diselenggarakan secara virtual, Rabu 10 Maret 2021.

Siti mengajak semua pihak, termasuk Belanda dan para alumni Belanda asal Indonesia untuk bekerja sama, meneguhkan komitmen, melakukan aksi kolektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan berinovasi untuk upaya adaptasi perubahan iklim Indonesia dan dunia, menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Baca juga: Ilmuwan Sebut Perubahan Iklim Bisa Berdampak Pada Penularan Malaria di Afrika

"Bahwa dalam upaya penanggulangan perubahan iklim, telah banyak contoh nyata di lapangan yang dilakukan Indonesia melalui KLHK dan unsur terkait lainnya, yang dapat dijadikan pelajaran baik untuk masyarakat Indonesia dan Belanda maupun warga dunia," kata Siti Nurbaya dalam keterangan pers, Kamis (11/3/2021).

"Indonesia memiliki contoh-contoh konkret dalam upaya mencapai ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan mata pencaharian, serta ketahanan ekosistem dan lanskap," tambah Siti.

Baca juga: Hadapi Perubahan Iklim, AS Desak Negara Pencemar Tertinggi Kurangi Emisi

Berbicara di forum virtual yang dihadiri wakil pemerintahan kedua negara, para alumni yang pernah menjalani studi di Belanda, serta masyarakat umum ini, Siti Nurbaya menjelaskan, soal ketahanan ekonomi, Indonesia menitikberatkan pada praktik pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

"Contoh nyata upaya mencapai ketahanan ekonomi adalah pengembangan Kawasan pangan berkelanjutan (food estate) sebagai upaya mengantisipasi risiko krisis pangan; dan menerapkan ekonomi sirkuler (circular economy) dengan memanfaatkan limbah untuk bahan baku industri dan baru-baru ini mulai mengurangi penggunaan batu bara sebagai tenaga listrik," jelasnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2480 seconds (10.177#12.26)