Harga adalah Kunci Usir Produk Asing
Rabu, 10 Maret 2021 - 06:24 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya persoalan harga produk murah di salah satu marketplace asal luar negeri yang beroperasi di Indonesia memang sempat mengundang perhatian pemerintah. Pasalnya penawaran produk dari luar dengan harga yang jauh lebih murah untuk produk yang sama dibuat di dalam negeri, sebuah ancaman serius yang bisa mematikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk mengklarifikasi masalah tersebut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memanggil khusus manajemen perusahaan perdagangan daring yang berbasis di Singapura itu dengan cabang yang tersebar pada sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Kasus itu mencuat ke permukaan setelah trending topic di salah satu platform media sosial dengan tagar #SellerAsingBunuhUMKM dan ramai dibicarakan masyarakat.
Selain itu Presiden Jokowi meminta pusat perbelanjaan seluruh Indonesia turut serta menyukseskan kampanye cinta produk Indonesia. Setidaknya memberikan ruang strategis untuk produk lokal. Sebaliknya Jokowi mengingatkan jangan sampai ruang depan atau lokasi strategis di mal justru diisi brand-brand dari luar negeri. Imbauan Presiden Jokowi langsung ditindaklanjuti Kementerian Perdagangan yang segera menyiapkan aturan khusus agar kampanye cinta produk Indonesia bisa terwujud.
Menyikapi permintaan pemerintah itu Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengklaim bahwa sudah banyak produk lokal yang menempati lokasi strategis di mal. Untuk membuat produk Indonesia dicintai masyarakat tentu tidak hanya sebatas imbauan, tetapi juga dukungan secara konkret dari pemerintah sangat diharapkan. Produsen yang ada di Indonesia bukan tidak mampu melahirkan produk yang sama dari luar, tetapi terkendala sejumlah hal. Di antaranya soal harga yang sulit berkompetisi dengan harga produk luar seperti dari China. Salah satu masalahnya adalah bunga kredit perbankan dalam negeri terlalu tinggi daripada di sejumlah negara lain. Akibatnya produsen kewalahan untuk menekan harga jual di pasar. Sepanjang urusan harga tak kompetitif, sulit untuk membenci produk asing.
Selain itu Presiden Jokowi meminta pusat perbelanjaan seluruh Indonesia turut serta menyukseskan kampanye cinta produk Indonesia. Setidaknya memberikan ruang strategis untuk produk lokal. Sebaliknya Jokowi mengingatkan jangan sampai ruang depan atau lokasi strategis di mal justru diisi brand-brand dari luar negeri. Imbauan Presiden Jokowi langsung ditindaklanjuti Kementerian Perdagangan yang segera menyiapkan aturan khusus agar kampanye cinta produk Indonesia bisa terwujud.
Menyikapi permintaan pemerintah itu Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengklaim bahwa sudah banyak produk lokal yang menempati lokasi strategis di mal. Untuk membuat produk Indonesia dicintai masyarakat tentu tidak hanya sebatas imbauan, tetapi juga dukungan secara konkret dari pemerintah sangat diharapkan. Produsen yang ada di Indonesia bukan tidak mampu melahirkan produk yang sama dari luar, tetapi terkendala sejumlah hal. Di antaranya soal harga yang sulit berkompetisi dengan harga produk luar seperti dari China. Salah satu masalahnya adalah bunga kredit perbankan dalam negeri terlalu tinggi daripada di sejumlah negara lain. Akibatnya produsen kewalahan untuk menekan harga jual di pasar. Sepanjang urusan harga tak kompetitif, sulit untuk membenci produk asing.
(bmm)
Lihat Juga :