Harga adalah Kunci Usir Produk Asing

Rabu, 10 Maret 2021 - 06:24 WIB
loading...
Harga adalah Kunci Usir...
Presiden Joko Widodo belum lama ini menggaungkan seruan cinta produk dalam negeri dan benci produk asing. (Ilustrasi: SINDOnews/Wawan Bastian)
A A A
PUBLIK heboh seusai Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pernyataan agar masyarakat mencintai produk dalam negeri. Saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan 2021, Presiden menggaungkan seruan cinta produk dalam negeri dan membenci produk asing. Kontan pernyataan Jokowi yang dimuat pada akun YouTube Sekretariat Presiden tersebut menimbulkan pro-kontra, terutama terkait dengan kalimat “membenci produk asing”. Memang narasi yang terbangun melalui sepotong kalimat tersebut dinilai banyak pihak tidak pas. Ujungnya Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pun sibuk memberi klarifikasi bahwa yang dimaksud Presiden adalah mekanisme perdagangan yang tidak memberi rasa keadilan sehingga mengancam keberadaan produk dalam negeri.

Lebih jauh Jokowi meminta kalangan produsen agar memperhatikan dan meningkatkan soal branding produk dalam negeri. Tujuannya agar tidak kalah dengan produk asing yang beredar di Tanah Air. “Branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia daripada produk luar negeri,” tandasnya.

Di mata mantan Wali Kota Solo tersebut, dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih 270 juta jiwa, seharusnya konsumen dalam negeri paling loyal dengan produk sendiri. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia adalah sebuah pasar yang amat besar. Karena itu Presiden Jokowi menyerukan agar pasar tersebut dijaga sebaik-baiknya dan tidak dikuasai produk asing. Bergaunglah tagline “Cinta produk Indonesia dan benci produk asing” yang dinilai kontroversial.

Adapun yang memicu Presiden Jokowi menyerukan benci produk asing adalah cerita dari Mendag Muhammad Lutfi yang mengutip artikel World Economic Forum (WEF) mengenai produk hijab buatan lokal yang diadopsi platform perdagangan online (e-commerce) asing. Hal itu akhirnya berujung pada penjualan produk yang sama, tetapi harga lebih murah di pasar Indonesia. Praktik seperti itu disebut predatory pricing yang diharamkan dalam perdagangan internasional. “Ini yang sebetulnya dibenci Pak Jokowi. Aksi-aksi ini sebenarnya yang tidak boleh, ini yang dibenci,” ungkan mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut.

Lebih jauh Lutfi membeberkan bahwa pengusaha lokal yang memproduksi hijab harus mengeluarkan biaya lebih dari USD650.000 per tahun untuk membayar gaji pekerja yang berjumlah 3.000 orang. Sementara itu perusahaan daring yang menjual produk hijab sejenis hanya merogoh kocek USD44.000 guna membayar bea masuk kepada negara. Biaya bea masuk termasuk sangat rendah karena harga jual produk sangat murah bila dibandingkan dengan produk dalam negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPOM: 99,76 Persen AMDK...
BPOM: 99,76 Persen AMDK Merupakan Produk Dalam Negeri
Perindo Hadirkan Program...
Perindo Hadirkan Program Sertifikasi Halal untuk UMKM, Tingkatkan Kualitas Produk dan Perkuat Ekonomi Rakyat
Dasco Minta Impor Mobil...
Dasco Minta Impor Mobil Pikap dari India Ditunda, Great Institute: Cerminan DPR Pro Industri Dalam Negeri
UMKM Indonesia Gulung...
UMKM Indonesia Gulung Tikar
Dihadiri Ribuan Pengunjung,...
Dihadiri Ribuan Pengunjung, Holding UMKM Expo 2025 Sukses Digelar
Radiofarmaka Pertama...
Radiofarmaka Pertama Buatan Dalam Negeri Resmi Didistribusikan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Penjualan Mesin Cuci...
Penjualan Mesin Cuci Portabel Terbanyak dalam Sehari, Produk UMKM Cetak Rekor MURI
Rekomendasi
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Honda CB400SF E-Clutch...
Honda CB400SF E-Clutch dan CBR400R Four Siap Diluncurkan Bulan Depan!
Berita Terkini
Profil Sudaryono, Wamentan...
Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
Breaking News! Wamentan...
Breaking News! Wamentan Sudaryono Jadi Kepala BGN Baru
Kisah Haru Anak Kuli...
Kisah Haru Anak Kuli Bangunan Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira TNI di Istana
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Amanat Lengkap Presiden...
Amanat Lengkap Presiden Prabowo di Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri Tahun 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved