Budiman Sudjatmiko Usulkan Indonesia Miliki Komite Sains Kepresidenan
Selasa, 09 Maret 2021 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Langkah pertama, aktif berburu inovasi dan teknologi untuk dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan. Kedua, BPPT harus mampu memiliki jejaring luas dan menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari manapun. Serta ketiga, BPPT juga harus turut ambil bagian dalam pengembangan kecerdasan buatan dan menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia. Di era informasi saat ini, penguasaan terhadap teknologi kecerdasan buatan menjadi hal yang amat krusial untuk memenangkan persaingan.
“Saya berharap agar BPPT bisa menjadi lembaga yang extraordinary, terus menemukan cara-cara baru, cara-cara inovatif dan kreatif, serta menghasilkan karya nyata yang kontributif untuk kemajuan bangsa,” tandas Presiden.
Budiman berharap tak lama lagi akan bermunculan desa dengan konsep “silicon villages” alias desa berbasis teknologi dan inovasi revolusi industri 4.0. di banyak tempat di Indonesia. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini yang menuntut orang lebih banyak bekerja dari rumah (work from home), menurutnya gagasan tersebut harus segera diwujudkan. Meski dia tak menampik, kenyataannya kesenjangan digital masih menjadi persoalan besar. Pelosok desa apalagi di luar Pulau Jawa banyak yang belum bisa menikmati akses internet secara baik.
Sehubungan minimnya akses internet di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), Budiman mendorong pemerintah daerah membangun infrastruktur digital tanpa harus tergantung pada dana pusat atau perusahaan telekomunikasi. “Salah satunya bisa dari badan usaha milik desa (BUMdes). BUMdes bisa jadi penyedia jasa ISP (Internet Service Provider) sendiri. Mereka bisa kerja sama dengan perusahaan penyedia jaringan internet swasta dan bagi hasil,” ucapnya.
Lebih jauh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, gerakan Inovator 4.0 disebutnya bisa menjadi solusi kongkret dalam menjawab tantangan zaman yang berubah sangat cepat dan makin dinamis. Apalagi dikaitkan dengan adanya dana desa, Budiman berpendapat program yang digagasnya bisa mengoptimalkan penggunaan dana yang ada. Sehingga dana desa tidak hanya dipakai untuk sekadar mengaspal jalan atau membuat gapura misalnya, melainkan juga untuk hal-hal yang dampaknya lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat, utamanya peningkatan ekonomi desa melalui UMKM dan koperasi.
“Saya berharap agar BPPT bisa menjadi lembaga yang extraordinary, terus menemukan cara-cara baru, cara-cara inovatif dan kreatif, serta menghasilkan karya nyata yang kontributif untuk kemajuan bangsa,” tandas Presiden.
Budiman berharap tak lama lagi akan bermunculan desa dengan konsep “silicon villages” alias desa berbasis teknologi dan inovasi revolusi industri 4.0. di banyak tempat di Indonesia. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini yang menuntut orang lebih banyak bekerja dari rumah (work from home), menurutnya gagasan tersebut harus segera diwujudkan. Meski dia tak menampik, kenyataannya kesenjangan digital masih menjadi persoalan besar. Pelosok desa apalagi di luar Pulau Jawa banyak yang belum bisa menikmati akses internet secara baik.
Sehubungan minimnya akses internet di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), Budiman mendorong pemerintah daerah membangun infrastruktur digital tanpa harus tergantung pada dana pusat atau perusahaan telekomunikasi. “Salah satunya bisa dari badan usaha milik desa (BUMdes). BUMdes bisa jadi penyedia jasa ISP (Internet Service Provider) sendiri. Mereka bisa kerja sama dengan perusahaan penyedia jaringan internet swasta dan bagi hasil,” ucapnya.
Lebih jauh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, gerakan Inovator 4.0 disebutnya bisa menjadi solusi kongkret dalam menjawab tantangan zaman yang berubah sangat cepat dan makin dinamis. Apalagi dikaitkan dengan adanya dana desa, Budiman berpendapat program yang digagasnya bisa mengoptimalkan penggunaan dana yang ada. Sehingga dana desa tidak hanya dipakai untuk sekadar mengaspal jalan atau membuat gapura misalnya, melainkan juga untuk hal-hal yang dampaknya lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat, utamanya peningkatan ekonomi desa melalui UMKM dan koperasi.
Lihat Juga :