Kuasai Demokrat, Batu Loncatan Moeldoko Menuju Pilpres 2024?

Sabtu, 06 Maret 2021 - 08:52 WIB
loading...
Kuasai Demokrat, Batu...
Moeldoko. Foto/Dok SINDO PHOTO
A A A
JAKARTA - Kepala Kantor Staf Kepresiden (KSP) Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko telah ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang dibikin dan dihadiri kubu kontra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Inikah awal langkah bagi Moeldoko untuk bertarung di Pilpres 2024 ?

Nama Moeldoko belakangan ini masuk bursa kandidat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 di beberapa lembaga survei. Namun, elektabilitasnya masih sangat kecil alias selalu di urutan buncit. Misalnya di survei terbaru Index Politika Indonesia yang diumumkan secara daring pada Minggu 7 Februari 2021, Moeldoko bertengger di posisi buncit dengan elektabilitas 0,8%.

Kemudian, versi survei 3-8 Februari 2021 yang dilakukan Lembaga survei Parameter Politik Indonesia dan diumumkan pada Senin 24 Februari 2021, elektabilitas Moeldoko hanya 0,2 persen. Di survei yang dilakukan lembaga survei Indometer, elektabilitas Moeldoko merangkak naik walaupun masih sangat kecil.

Moeldoko dari 0,3% pada Juli 2020 kemudian menjadi 0,5% pada Oktober 2020 dan kini 1,0% berdasarkan survei yang dilakukan Indometer pada 1-10 Februari 2021 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden, dan diumumkan pada Kamis 18 Februari 2021.

Baca juga: SBY Sebut Penetapan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat Tidak Sah, Ini Penjelasannya


Nama Moeldoko juga masuk di daftar kandidat Pilpres simulasi semi terbuka Lembaga Survei Indonesia. Dalam survei LSI yang dilakukan dengan metode wawancara lapangan pada 25-31 Januari 2021 dan diumumkan pada 22 Februari 2021, nama Moeldoko 0,0%. Lalu, mungkinkah KLB Partai Demokrat di Sibolangit, Sumatera Utara itu menjadi batu loncatan Moeldoko untuk melaju ke Pilpres 2024?

"KLB Demokrat yang menetapkan Moeldoko menjadi ketua umum Partai Demokrat apakah bisa jadi batu loncatan nyapres 2024? Itu bergantung," ujar Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Jumat (5/3/2021).

Karena, kata Arif, setelah KLB di Sibolangit itu akan terbentuk kepengurusan kembar, kepemimpinan Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sehingga, kata dia, pertarungan selanjutnya adalah memperebutkan legalitas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Baca juga: Heboh Kudeta Partai Demokrat, Ini Jejak Moeldoko di Dunia Politik


"Jika Moeldoko memperoleh keabsahan dan legalitas dari Kemenkumham, maka bisa jadi modal kendaraan politik untuk maju sebagai Capres 2024, tinggal mencari dukungan parpol lain agar memenuhi syarat pencalonan. Namun jika tak memperoleh pengesahan dari Kemenkumham, maka prospeknya kecil," pungkas Arif.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai KLB di Sibolangit itu bisa jadi batu loncatan Moeldoko untuk melaju ke 2024 jika mendapatkan pengakuan dari Kemenkumham. "Bisa jadi, kalau kubu KLB berhasil mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari pihak berwenang, Kemenkumham," kata Fadhli Harahab kepada SINDOnews secara terpisah.

Baca juga: 5 DPC di Sulsel Diduga Hadiri KLB Demokrat di Deli Serdang


Namun, menurut dia, tidak mudah bagi kepengurusan Partai Demokrat hasil KLB Sibolangit mendapatkan pengakuan dari Kemenkumham. "Karena Demokrat yang sah masih dipegang kubu AHY, tetapi bukan tidak mungkin. Prediksi saya, konflik Partai Demokrat ini akan semakin ramai jelang pilpres nanti. Ada dua kemungkinan, Moeldoko rebut Partai Demokrat dari Cikeas atau Moeldoko bikin partai baru semisal, Demokrat Perjuangan," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Hadiri Baksos di Gereja...
Hadiri Baksos di Gereja Katolik Santo Andreas, AHY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Jemaat
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
10 Bandara InJourney...
10 Bandara InJourney Airports Terbaik di Asia Pasifik 2024!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved