KLB Menguat, Pengamat: Siapa Bisa Menjamin Konsistensi Demokrat Daerah

loading...
KLB Menguat, Pengamat: Siapa Bisa Menjamin Konsistensi Demokrat Daerah
Direktur Eksekutif SUDRA Fadhli Harahab mengatakan klaim dukungan oleh kubu KLB tak boleh dianggap remeh oleh kubu pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab mengatakan klaim dukungan oleh kubu Kongres Luar Biasa (KLB) tidak boleh dianggap remeh oleh kubu pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di tengah meruncingnya konflik internal Partai Demokrat (PD). Terlebih, isu KLB semakin menguat dan bakal digelar hari ini.

Menurutnya, di tengah kekacauan tak ada pelaku dan pemain tunggal terlebih dalam hal tarik-tarikan kepentingan politik kekuasaan. Baca juga: Anggota DPR dari Demokrat Ini Tegaskan KLB Gerakan Inkonstitusional

"Klaim dukungan oleh Pro KLB harus diwaspadai, tidak boleh dianggap lelucon atau mengada-ada. Siapa yang bisa menjamin pengurus daerah PD tetap konsisten? Meskipun sudah bersumpah menolak KLB. Tapi dalam situasi genting sulit menggaransi tetap kokoh dan solid," ujarnya saat dihubungi, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Isu Kudeta Partai Menuju Kenyataan, Politikus Demokrat: Siapa yang Restui?

Fadhli menilai, konflik PD saat ini sedang memasuki fase rebutan pengaruh antara dua kubu yang berselisih. Pada fase ini perang urang syaraf akan sangat dominan: klaim, intrik, fitnah dan adu domba akan menjadi jurus andalan.



"Saling menginfiltrasi itu biasa pada fase ini. Tujuannya bisa jadi melemahkan dan menguatkan. Kubu pro KLB ingin menguatkan agar KLB segera digelar dan kontra tentu menolak itu," terang alumnus Pasca Sarjana Universitas Paramadina itu.

Baca juga: Dicatut Fasilitasi KLB Partai Demokrat, GAMKI Bentuk Tim Pencari Fakta

Fadhli pun menduga konflik PD tak akan berhenti sampai KLB berhasil digelar. Pasalnya, PD merupakan salah satu parpol papan tengah yang memiliki pengaruh dalam kancah politik nasional.

"Saya duga ini (Konflik) akan panjang. KLB cuma salah satu momentum dan ujian kubu-kubuan di internal. Konflik parpol sebelumnya bisa jadi acuan bagaimana kubu-kubu itu menyelesaikan masalahnya," pungkas Analis Politik asal UIN Jakarta itu.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top