Dunia Baru dan Tantangan Organisasi Mahasiswa
Kamis, 04 Maret 2021 - 11:01 WIB
loading...
Khairi Fuady, Mahasiswa Master Hubungan Internasional Universitas Paramadina Jakarta. Foto/Istimewa
A
A
A
KHAIRI FUADY
Mahasiswa Master Hubungan Internasional Universitas Paramadina Jakarta
DALAM waktu dekat, ada dua organisasi mahasiswa terbesar, dan konon juga terkuat, akan menggelar Kongres. Pertama, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang akan digelar di lima zona dan berpusat di Balikpapan, kemudian yang kedua, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang akan digelar di Surabaya.
Dalam rentang sejarah, dua organisasi di atas menjadipionir dan tercatat melahirkan para maestro di dunia pergerakan. HMI misalnya, jika kita absen satu per satu tokoh organisasi tersebut, muncul nama Akbar Tanjung, Azyumardi Azra, Mahfud MD, Arief Rosyid, dan lain-lain. Demikian pula PMII, mulai dari Abdul Muhaimin Iskandar, Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar, hingga Aminuddin Ma'ruf.
Pertanyaannya, mampukah kedua organisasi tersebut menangkap dan menjawab tantangan ke depan? Di bawah nama-nama besar para senior, serta kebesaran organisasi yang kuantitasnya semakin eksis dan mengakar. Sementara zaman sudah berubah dengan pola perubahan yang relatif drastis.
Dulu ketika kita sekolah, ragam cita-cita anak bangsa bisa ditebak. Mulai dari ingin jadi dokter, insinyur, pilot, guru, dan juga pegawai negeri sipil (PNS). Hari ini sudah berbeda. Sesuatu yang sebelumnya sulit kita bayangkan, namun belakangan nyata wujudnya. Tumbuhnya ragam usaha-usaha baru yang semakin kekinian.
Mahasiswa Master Hubungan Internasional Universitas Paramadina Jakarta
DALAM waktu dekat, ada dua organisasi mahasiswa terbesar, dan konon juga terkuat, akan menggelar Kongres. Pertama, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang akan digelar di lima zona dan berpusat di Balikpapan, kemudian yang kedua, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang akan digelar di Surabaya.
Dalam rentang sejarah, dua organisasi di atas menjadipionir dan tercatat melahirkan para maestro di dunia pergerakan. HMI misalnya, jika kita absen satu per satu tokoh organisasi tersebut, muncul nama Akbar Tanjung, Azyumardi Azra, Mahfud MD, Arief Rosyid, dan lain-lain. Demikian pula PMII, mulai dari Abdul Muhaimin Iskandar, Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar, hingga Aminuddin Ma'ruf.
Pertanyaannya, mampukah kedua organisasi tersebut menangkap dan menjawab tantangan ke depan? Di bawah nama-nama besar para senior, serta kebesaran organisasi yang kuantitasnya semakin eksis dan mengakar. Sementara zaman sudah berubah dengan pola perubahan yang relatif drastis.
Dulu ketika kita sekolah, ragam cita-cita anak bangsa bisa ditebak. Mulai dari ingin jadi dokter, insinyur, pilot, guru, dan juga pegawai negeri sipil (PNS). Hari ini sudah berbeda. Sesuatu yang sebelumnya sulit kita bayangkan, namun belakangan nyata wujudnya. Tumbuhnya ragam usaha-usaha baru yang semakin kekinian.
Lihat Juga :