Topang Perekonomian Negara, Ibas Dorong Pemerintah Perkuat Eksistensi IKM
Rabu, 03 Maret 2021 - 18:11 WIB
loading...
Anggota Komisi VI DPR Edhie Baskoro Yudhoyono. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran industri kecil menengah (IKM) bagi perekonomian negara sangat penting. Meski berskala kecil, jumlah IKM yang mencapai jutaan unit dan tersebar di pelosok Indonesia mampu menyangga perekonomian negara.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR Edhie Baskoro Yudhoyono melalui sambungan virtualnya pada Bimtek Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Acara yang diselenggarakan di Hotel Hayam Wuruk ini dihadiri oleh 60 orang peserta, 20 peserta dari IKM makanan ringan, 20 peserta dari IKM anyaman bambu, dan 20 peserta dari IKM perbengkelan motor.
Pria yang biasa disapa Ibas ini pun melanjutkan, sudah sepatutnya masyarakat lebih disiplin dalam proses adaptasi kebiasaan baru. Sangat diperlukan gerakan bersama, yakni gotong royong dalam pelaksanaan protokol kesehatan dalam setiap pelayanan dan kegiatan perekonomian.
“Saya sebagai anggota Komisi VI DPR mengerti dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Trenggalek sangat luas dan sungguh terasa, ada yang omzetnya turun hingga 50 persen, ada yang pengunjungnya berkurang, dan ada yang pesanannya sudah dikemas tapi ditangguhkan pun dibatalkan,” papar Ibas prihatin. Baca juga: Ekonom: Vaksinasi Mandiri Beratkan Pengusaha Kecil
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR Edhie Baskoro Yudhoyono melalui sambungan virtualnya pada Bimtek Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Acara yang diselenggarakan di Hotel Hayam Wuruk ini dihadiri oleh 60 orang peserta, 20 peserta dari IKM makanan ringan, 20 peserta dari IKM anyaman bambu, dan 20 peserta dari IKM perbengkelan motor.
Pria yang biasa disapa Ibas ini pun melanjutkan, sudah sepatutnya masyarakat lebih disiplin dalam proses adaptasi kebiasaan baru. Sangat diperlukan gerakan bersama, yakni gotong royong dalam pelaksanaan protokol kesehatan dalam setiap pelayanan dan kegiatan perekonomian.
“Saya sebagai anggota Komisi VI DPR mengerti dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Trenggalek sangat luas dan sungguh terasa, ada yang omzetnya turun hingga 50 persen, ada yang pengunjungnya berkurang, dan ada yang pesanannya sudah dikemas tapi ditangguhkan pun dibatalkan,” papar Ibas prihatin. Baca juga: Ekonom: Vaksinasi Mandiri Beratkan Pengusaha Kecil
Lihat Juga :