Hadapi Ancaman Disinformasi Covid-19, Ini Saran Pengamat Militer dan Intelijen

Rabu, 03 Maret 2021 - 18:01 WIB
loading...
Hadapi Ancaman Disinformasi...
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menyarankan pemerintah melakukan identifikasi dan klasifikasi bentuk-bentuk disinformasi terkait Covid-19 serta melakukan kontra narasi secara terstruktur, cepat dan efisien melalui medium yang tepat.
A A A
JAKARTA - Disinformasi pandemi Covid-19 merupakan salah satu ancaman non militer yang perlu diwaspadai bangsa Indonesia. Pasalnya, ancaman disinformasi tersebut dapat memicu disabilitas keamanan nasional dan mengganggu keutuhan bangsa dan negara.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati menjelaskan ada perbedaan antara disinformasi dan misinformasi. Misinformasi adalah informasi yang tidak benar atau salah, namun tidak bertujuan untuk membahayakan orang lain atau publik. Sedangkan, disinformasi adalah berita palsu yang sengaja diciptakan untuk menyesatkan atau menipu orang lain atau publik. Baca juga: Waspadai Ancaman Non Militer, Octavian Sebut Pentingnya Redam Disinformasi Covid-19

”Sepanjang 2020, terdapat 352 kasus disinformasi dan hoaks yang ditangani oleh Polri. Sementara, Kominfo mengidentifikasi ada lebih dari 2.000 konten hoaks seputar Covid-19,” ujar perempuan yang akrab disapa Nuning saat menghadiri webinar yang diselenggarakan Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Unhan RI dengan tema “Redam Disinformasi Pandemi Covid-19 dalam Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh” melalui daring. Rabu, (3/3/2021). Baca juga: 2 Kasus Mutasi Covid-19 dari Inggris Terdeteksi Masuk Indonesia dari Arab Saudi

Webinar yang diselenggarakan Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Unhan ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Ketua Ahli Epidemiologi Indonesia Hariadi Wibisono, dengan topik Pemetaan Pandemi Covid-19 dan Penyebarannya, Dosen Unhan RI Mayjen TNI (Purn) Puguh Santoso, topik Best Practice Keamanan Nasional dengan Segala Permasalahannya Menghadapi Pandemi Covid-19, Dosen Unhan RI Susaningtyas NH Kertopati, dengan topik Analisis Intelijen Terhadap Ancaman Disinformasi Covid-19 di Indonesia, serta Asisten Senior Stafsus Menkominfo Bidang Digital dan SDM Airin Rachma, dengan topik Literasi Digital dan Siber kepada Masyarakat di Era Pandemi Covid-19.

Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, ada beberapa faktor yang mendorong infodemik atau penyebaran disinformasi Covid-19 dengan volume yang besar dan secara cepat. Di antaranya, computational propaganda yakni, manipulasi dan misinformasi digital menggunakan algoritma dan automasi. Kemudian, multi channel yakni disampaikan melalui berbagai saluran yang tersedia. Rapid yaitu, publiK cepat percaya karena informasi tersebut seolah baru pertama kali didapatkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo Akan...
Presiden Prabowo Akan Beri Pengarahan dalam Apel Dansat TNI 2026 di Unhan
Bangun SDM Unggul di...
Bangun SDM Unggul di Perbatasan, Menhan Tinjau Pendidikan Vokasi Pertahanan di Belu
3 Mayjen TNI Dosen Tetap...
3 Mayjen TNI Dosen Tetap Unhan Masuk Masa Pensiun setelah Mutasi Desember 2025
Deretan Perwira yang...
Deretan Perwira yang Dimutasi ke Bais TNI dan Unhan pada Desember 2025. Ini Namanya
Rekonseptualisasi Pendekatan...
Rekonseptualisasi Pendekatan Bela Negara
Terbaru! 5 Pangdam Lulusan...
Terbaru! 5 Pangdam Lulusan Akmil 1997, Ada Mantan Kapuspen TNI dan Wakil Rektor Unhan
Unhan RI Cetak Lulusan...
Unhan RI Cetak Lulusan Siap Jaga Kedaulatan Negara
Unhan Buka Seleksi Mahasiswa...
Unhan Buka Seleksi Mahasiswa D3 Jalur Beasiswa 2026, Ini Prodi, Syarat, dan Jadwalnya
Pendaftaran Unhan Jalur...
Pendaftaran Unhan Jalur Beasiswa 2026 Dibuka Besok, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Rekomendasi
Tinggalkan Karakter...
Tinggalkan Karakter Garang, Kim Mu Yeol Bertransformasi Jadi Dokter Hangat di First Doctor
Komnas Perempuan Klarifikasi...
Komnas Perempuan Klarifikasi Kedatangan Sarwendah, Ternyata Belum Buat Aduan Resmi
Tantri Kotak Diduga...
Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Penipuan Rp10 Miliar, Arda Naff Angkat Bicara
Berita Terkini
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved