Kejaksaan Agung Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Korupsi Asabri

Selasa, 02 Maret 2021 - 20:38 WIB
loading...
Kejaksaan Agung Periksa...
Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini memeriksa tujuh saksi kasus dugaan tidak pidana korupsi PT Asabri. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini memeriksa tujuh saksi kasus dugaan tidak pidana korupsi PT Asabri. Dari tujuh orang tersebut, tiga saksi di antaranya dekat dengan tersangka Asabri sebelumnya.

"Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa 7 saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asabri," kata Kapuspen Kejagung Leonard Even Ezer Simajuntak, Selasa (2/3/2021). Baca juga: Kasus Asabri, Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru

Lebih lanjut Leonard menrinci, tujuh orang tersebut di antaranya DH diperiksa selaku Equity Sales PT Indopremier Sekuritas, SJS diperiksa selaku pihak swasta berhubungan dengan tersangka Sonny Widjaja, SP selaku pihak swasta berhubungan dengan tersangka Hari Setiono. "DB selaku Direktur Utama PT Eureka Prima Jakarta," tambahnya. Baca juga: Korupsi Asabri, Kejagung Sita 227 Ha Tanah Milik Benny Tjokro di Banten

Kemudian RB diperiksa selaku pihak swasta yang berhubungan dengan tersangka Sonnu Widjaja, I selaku Direktur PT Jelajah Bahari Utama, WS selaku Direktur PT Cipta Anugerah Sejati. "Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," jelasnya.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus korupsi Asabri yang mengakibatkan kerugian negara lebih dari Rp23 triliun. Sembilan tersangka itu adalah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purn) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro.

Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017 Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi periode 2012 hingga Mei 2015 Bachtiar Effendi; Direktur Investasi dan Keuangan periode 2013-2019, Hari Setiono; dan dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan...
Tim 9 Dinilai Jadi Harapan Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Tangani Kasus Febrie,...
Tangani Kasus Febrie, Kejagung Diminta Transparan dan Bebas dari Konflik Kepentingan
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Hotman Paris Pengacara...
Hotman Paris Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Wartawan
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Polda Metro Jaya Limpahkan...
Polda Metro Jaya Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus TPPU ke Kejaksaan Agung
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Rekomendasi
Tim Futsal MNC University...
Tim Futsal MNC University Borong Dua Gelar Juara dalam Dua Turnamen Bergengsi
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Ruben Onsu Tunda Cicilan...
Ruben Onsu Tunda Cicilan Rumah Rp379 Juta dan Nafkah Anak Jelang Sidang, Ini Alasannya!
Berita Terkini
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved