1 Tahun Covid-19: Benarkah Pandemi Segera Berakhir?

Rabu, 03 Maret 2021 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Konsistensi dan strategi pengendalian penyakit menular dari beberapa negara bisa ditiru. Sebelum pandemi, Vietnam telah mengefektifkan konsep pengendalian penyakit menular seperti contact tracing, testing, dan isolasi. Tenaga surveilans di Singapura sudah bekerja bertahun-tahun, termasuk memeriksa jentik nyamuk di setiap perkantoran dan kediaman warga. Sistem dibangun jauh sebelum teknologi ada. Keunggulan Jepang dalam memaksimalkan pelacakan klaster dan tingginya kedisiplinan serta konsistensi perilaku penduduk maupun pemimpinnya, membuat Jepang sukses menahan laju kasus dan kematian akibat Covid-19 tanpa lockdown. Beberapa prediksi media Barat yang memperkirakan bahwa Jepang akan mengalami kolaps karena lonjakan kasus dan kematian, tidak terbukti hingga hari ini. Di Jepang terdapat 469 public health centre yang bekerja penuh dedikasi mengorganisasikan 36.327 tracer, jumlah yang ideal berdasarkan syarat WHO. Kombinasi sistem surveilans yang baik, teknologi, perilaku masyarakat, dan respons cepat pemerintah di Taiwan dan Korea, juga membuat laju kasus relatif bisa dikendalikan.

Upaya yang dilakukan di Indonesia selama ini masih terkesan tambal sulam. Belum maksimal diarahkan untuk memperkuat sistem yang ada. Kekuatan layanan primer, seperti puskesmas, juga belum dioptimalkan. Dengan memperkuat layanan primer, mengefektifkan fungsi rujukan terintegrasi, dan meningkatkan kualitas layanan rumah sakit, maka jumlah kematian seharusnya bisa ditekan.

Kasus dengan gejala berat tidak boleh terlambat dideteksi, dirujuk, dan dirawat. Jumlah kematian yang tinggi adalah alarm untuk kesiapan dan kualitas fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan skema rujukan. Mengacu pada publikasi Lancet 2018, Thailand dan Vietnam memiliki kualitas layanan di atas Indonesia, meskipun dengan infrastruktur yang relatif lebih sederhana. Selama ini kita memiliki sistem akreditasi rumah sakit di bawah Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dalam upaya memperbaiki dan menilai kualitas layanan. Namun, cara pandang dalam melihat kualitas masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti diperbaiki, manakala pembenahan hanya dilakukan menjelang akreditasi lalu ditinggalkan sesaat setelah proses selesai.

Penutup
Upaya pemerintah terkait vaksinasi mesti dibarengi dengan penataan di berbagai titik. Usaha membentuk kekebalan imunitas masih panjang. Keterbatasan dosis vaksin yang tersedia, banyaknya penduduk yang akan divaksin (minimal 170 juta) guna memenuhi herd immunity, tantangan geografi dan distribusi pada masa pandemi, membuat target vaksinasi mustahil dicapai hingga akhir 2022.

Sebaiknya kita tidak terlena dengan tren global atau penurunan kasus di beberapa tempat. Setiap negara pasti terus berusaha menata strategi terbaiknya. Setahun pandemi adalah perjalanan yang melelahkan. Cukuplah penderitaan, jumlah kematian, beban tenaga kesehatan, dan impitan ekonomi menghantam. Kebiasaan mencari hasil instan dan jalan pintas saatnya ditinggalkan. Waktunya menata pertahanan terhadap ancaman penyakit menular, bila pandemi berkepanjangan atau jika muncul wabah yang lebih mengerikan pada masa mendatang. Kalau perubahan tak kunjung dilakukan, maka kita tak ubahnya hidup di tengah kemalangan dan hanya berharap datangnya keajaiban.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Dukung Program Prabowo,...
Dukung Program Prabowo, Korpri Luncurkan Program 1 Juta Vaksin untuk ASN
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Ibas: Kita Dukung Vaksin...
Ibas: Kita Dukung Vaksin TBC dan Malaria untuk Kesehatan Masyarakat
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Habis Covid-19, Muncul...
Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran
Vaksin Flu saat Hamil,...
Vaksin Flu saat Hamil, Amankah? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Rekomendasi
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Moncer! Mbappe, Kane, Haaland Mengekor
BMKG Operasikan Radar...
BMKG Operasikan Radar Laut Canggih di Sumatera, Percepat Peringatan Dini Tsunami
Berita Terkini
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
PM India Akan ke Indonesia...
PM India Akan ke Indonesia Bertemu Prabowo, Bahas Ketahanan Pangan hingga Pertahanan
FSP BUMN Bersatu Sebut...
FSP BUMN Bersatu Sebut Gelombang PHK Cerminkan Persoalan Struktural Ekonomi Nasional
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved