Harlah ke-98 NU, Jokowi: Hampir 1 Abad Jadi Benteng Pembela Pancasila

loading...
Harlah ke-98 NU, Jokowi: Hampir 1 Abad Jadi Benteng Pembela Pancasila
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Kamis (31/1/2019). FOTO/DOK.SINDOnews/YULIANTO
JAKARTA - Berdasarkan perhitungan tahun hijriah, Nahdlatul Ulama (NU) hari ini memasuki usia ke-98. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa puncak harlah ini akan menjadi media untuk mengukuhkan tari persaudaraan sesama umat Islam. Termasuk juga persaudaraan sesama anak bangsa. Di mana inilah yang menjadi modal utama ketangguhan bangsa Indonesia.

"Puncak harlah ke-98 NU hari ini sekaligus mengingatkan kita bahwa dua tahun lagi kita akan menyongsong satu abad NU, satu abad Nahdlatul ulama," katanya, Sabtu (27/2/2021).

Menurut Jokowi, di usia jelang satu abad ini, NU kokoh dengan kita dengan komitmen kebangsaan yang kuat. Termasuk selalu konsisten dalam menjaga toleransi dan keharmonisan berbangsa Indonesia.

Baca juga: Jokowi Minta Dukungan NU Sukseskan Program Vaksinasi COVID-19

"Hubul wathon minal iman adalah benteng terdepan dalam membela Pancasila , membela Undang-Undang Dasar 1945, membela NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Yang selalu konsisten menebarkan toleransi kesejukan dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Bahkan masyarakat dunia yang semakin majemuk," ujarnya.



Pada kesempatan itu Jokowi menyampaikan rasa terima kasih kepada NU yang telah mengambil peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk dalam memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Selain itu, membantu mengatasi dampak pandemi hingga ke akar rumput.

"Dukungan NU dan ormas keagamaan lainnya telah membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan fundamental kesehatan dan ekonomi di masa pandemi. Semua bangsa di dunia mengalami kesulitan yang sama. Butuh kebersamaan, kolaborasi, gotong-royong dan cara hidup baru untuk mengatasinya," katanya.

Baca juga: Menuju 1 Abad Nahdlatul Ulama, Perkuat Harmoni Islam-Nasionalisme

Dia juga mengapresiasi digelarnya tahlil dan doa di puncak harlah NU ini. Menurutnya, tahlil dan doa untuk mendoakan keselamatan dan kedamaian bangsa di tengah pandemi saat ini.

"Dan mohon bantuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada umat. Apalagi sekarang PBNU sudah memiliki TV NU yang jaringannya sangat luas, yang bisa dijadikan sarana dakwah yang menyejukan bagi seluruh umat dan bagi masyarakat Indonesia. Memperkuat toleransi dan persaudaraan dalam negara yang Berbhineka Tunggal Ika," katanya.



(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top