Perempuan dalam Ekonomi Digital
Jum'at, 26 Februari 2021 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Laporan The Mastercard Index of Woman Entrepreneurs pada 2020 juga menyatakan bahwa pandemi korona (Covid-19) membawa malapetaka pada UMKM yang dimiliki perempuan dengan masalah paling besar adalah banyak UMKM yang ingin berjuang, tetapi tidak punya kapasitas dalam beradaptasi menggunakan platform digital dan mengakses ekonomi digital untuk kelangsungan bisnisnya.
Selain itu, menurut laporan The Mastercard Index of Woman Entrepreneurs tahun 2020, per April 2020, dua dari setiap tiga pelaku usaha bisnis milik perempuan di Indonesia menutup usahanya sementara atau bahkan selamanya karena ketidakmampuan mendapatkan bantuan pendanaan untuk kelangsungan bisnisnya. US Chamber of Commerce menjelaskan bahwa UMKM yang dinaungi perempuan akan lebih sulit bangkit dari pandemi daripada milik laki-laki. UMKM yang dimiliki oleh perempuan sebagian besar lahir dikarenakan mereka kehilangan suaminya atau ingin menambah pendapatan keluarga sehingga implikasi dari pandemi ini akan menyebabkan peluang kemiskinan baru dikarenakan mereka tidak bisa membayar biaya pendidikan anaknya, sewa rumah, dan pengeluaran utilitas keluarga lainnya.
Pemerintah Indonesia memang telah mengeluarkan program Sispreneur sebagai strategi mendukung perempuan pelaku UMKM dalam masa pandemi melalui program kelas inkubasi online tentang kewirausahaan untuk menghadapi berbagai tantangan semasa pandemi. Akan tetapi pemerintah lebih baik mengevaluasi kegiatan tersebut mengingat bahwa masih ada kesenjangan digital untuk memahami konten digital dan keahlian penggunaan teknologi digital yang dimiliki oleh perempuan di Indonesia. Alangkah baiknya program Sispreneur tidak hanya dilakukan dalam kelas online, tetapi juga membagikan modul singkat ataupun buku saku yang dapat diakses oleh semua kalangan yang tidak termasuk dalam sasaran kelas inkubasi online tersebut.
Selain itu hendaknya pemerintah yang memiliki database terkait dengan kepemilikan UMKM untuk memberikan sumber pendanaan yang mudah didapatkan tanpa adanya administrasi yang rumit untuk membantu pulihnya UMKM semasa pandemi. Terakhir, ketika melihat potensi perempuan dalam peranan penting ekonomi digital di Indonesia, pemerintah harus memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam keahlian dalam pemahaman teknologi digital dengan lahirnya dukungan peraturan dalam mengatasi kesenjangan keahlian dalam penggunaan teknologi digital maupun berbagai pelatihan masif yang diadakan.
Selain itu, menurut laporan The Mastercard Index of Woman Entrepreneurs tahun 2020, per April 2020, dua dari setiap tiga pelaku usaha bisnis milik perempuan di Indonesia menutup usahanya sementara atau bahkan selamanya karena ketidakmampuan mendapatkan bantuan pendanaan untuk kelangsungan bisnisnya. US Chamber of Commerce menjelaskan bahwa UMKM yang dinaungi perempuan akan lebih sulit bangkit dari pandemi daripada milik laki-laki. UMKM yang dimiliki oleh perempuan sebagian besar lahir dikarenakan mereka kehilangan suaminya atau ingin menambah pendapatan keluarga sehingga implikasi dari pandemi ini akan menyebabkan peluang kemiskinan baru dikarenakan mereka tidak bisa membayar biaya pendidikan anaknya, sewa rumah, dan pengeluaran utilitas keluarga lainnya.
Pemerintah Indonesia memang telah mengeluarkan program Sispreneur sebagai strategi mendukung perempuan pelaku UMKM dalam masa pandemi melalui program kelas inkubasi online tentang kewirausahaan untuk menghadapi berbagai tantangan semasa pandemi. Akan tetapi pemerintah lebih baik mengevaluasi kegiatan tersebut mengingat bahwa masih ada kesenjangan digital untuk memahami konten digital dan keahlian penggunaan teknologi digital yang dimiliki oleh perempuan di Indonesia. Alangkah baiknya program Sispreneur tidak hanya dilakukan dalam kelas online, tetapi juga membagikan modul singkat ataupun buku saku yang dapat diakses oleh semua kalangan yang tidak termasuk dalam sasaran kelas inkubasi online tersebut.
Selain itu hendaknya pemerintah yang memiliki database terkait dengan kepemilikan UMKM untuk memberikan sumber pendanaan yang mudah didapatkan tanpa adanya administrasi yang rumit untuk membantu pulihnya UMKM semasa pandemi. Terakhir, ketika melihat potensi perempuan dalam peranan penting ekonomi digital di Indonesia, pemerintah harus memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, terutama dalam keahlian dalam pemahaman teknologi digital dengan lahirnya dukungan peraturan dalam mengatasi kesenjangan keahlian dalam penggunaan teknologi digital maupun berbagai pelatihan masif yang diadakan.
(bmm)
Lihat Juga :