Angka Nakes Meninggal Akibat COVID-19 di Indonesia Tertinggi Kelima di Dunia
Kamis, 25 Februari 2021 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
"Oleh karenanya peluncuran buku ini, menurut saya, sangat strategis untuk bisa memberikan perlindungan yang lebih baik lagi kepada para dokter," kata Doni.
Ia mengatakan, seharusnya ujung tombak dalam penanganan COVID-19 bukan dokter sendiri, tapi juga masyarakat. "Saya sering mengatakan, seharusnya kita janganlah membuat suatu pesan bahwa dokter adalah ujung tombak. Menurut saya ini benar, tetapi alangkah baiknya ujung tombaknya itu kita serahkan ke masyarakat. Walaupun dokter sendiri betul sebagai ujung tombak dalam penanganan COVID ini," katanya.
Baca juga: PB IDI Mencatat Sebanyak 139 Dokter Meninggal Akibat COVID-19
Namun, tegas Doni, para dokter harus menjadi benteng terakhir dalam penanganan COVID-19. "Tetapi yang harus kita lakukan bersama adalah dokter harus menjadi benteng terakhir bangsa kita," katanya.
Apalagi, kata Doni, dokter di Indonesia hanya sekitar 200.000 orang untuk melayani 270 juta warga Indonesia. "Karena kalau kita hanya mengandalkan dokter, catatan kami di Satgas secara nasional Indonesia hanya memiliki 200.000 orang dokter untuk melayani 270 juta warga negara kita," katanya.
Ia mengatakan, seharusnya ujung tombak dalam penanganan COVID-19 bukan dokter sendiri, tapi juga masyarakat. "Saya sering mengatakan, seharusnya kita janganlah membuat suatu pesan bahwa dokter adalah ujung tombak. Menurut saya ini benar, tetapi alangkah baiknya ujung tombaknya itu kita serahkan ke masyarakat. Walaupun dokter sendiri betul sebagai ujung tombak dalam penanganan COVID ini," katanya.
Baca juga: PB IDI Mencatat Sebanyak 139 Dokter Meninggal Akibat COVID-19
Namun, tegas Doni, para dokter harus menjadi benteng terakhir dalam penanganan COVID-19. "Tetapi yang harus kita lakukan bersama adalah dokter harus menjadi benteng terakhir bangsa kita," katanya.
Apalagi, kata Doni, dokter di Indonesia hanya sekitar 200.000 orang untuk melayani 270 juta warga Indonesia. "Karena kalau kita hanya mengandalkan dokter, catatan kami di Satgas secara nasional Indonesia hanya memiliki 200.000 orang dokter untuk melayani 270 juta warga negara kita," katanya.
Lihat Juga :