Wisma Atlet Pademangan Pernah Terima 211 Pasien COVID-19 dari Luar Negeri Sekali Datang

loading...
Wisma Atlet Pademangan Pernah Terima 211 Pasien COVID-19 dari Luar Negeri Sekali Datang
Wisma Atlet Pademangan tengah mempersiapkan dua tower tambahan untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). FOTO/DOK.SINDOnews/ISRA TRIANSYAH
JAKARTA - Komandan Lapangan RS Darurat COVID-19, Letkol Laut (K) drg M Arifin menceritakan pada awal pandemi COVID-19, RSD Covid-19 di Wisma Atlet Pademangan pernah menerima sebanyak 211 pasien COVID-19 sekali datang dari luar negeri.

"Waktu itu kita kan kita pernah menerima pasien sampai 211 sekali datang, dulu ke rumah sakit, yang positif. Begitu dari bandara semua dikirim ke rumah sakit darurat COVID-19 jadi yang negatif ke hotel maupun ke Wisma Pademangan," kata Arifin dalam dialog "Mekanisme Kedatangan Pelaku Perjalanan Internasional" secara virtual, Rabu (24/2/2021).

Bahkan, kata Arifin, sejak awal pandemi COVID-19 terus ada pengiriman pasien Pademangan bahkan hingga dini hari. "Jadi dulu itu seperti tamu, jadi kita terima langsung dari bandara ya. Bahkan mulai Maret itu kita tahu teman-teman di bandara di sana juga sudah jungkir balik ya, jam 2 dini hari, jam 3 dini hari, bahkan HT (handy talkie) saya tuh nggak pernah mati bunyinya. Artinya handphone kita dari bandara kita ada grup untuk mendatangkan apa yang positif, yang positif reaktif dikirim ke UGD kita,” katanya.

Baca juga: Update Corona: Positif 1.306.141 Orang, 1.112.725 Sembuh dan 35.254 Meninggal

Arifin pun menceritakan pihaknya menyiapkan minimal makanan nasi goreng bungkus ketika ada pasien COVID-19 yang datang pada dini hari. "Bahkan ada juga yang jam 1 dini hari, sehingga mereka kelaparan, sehingga kita siapkan juga di UGD itu kita persiapkan nasi goreng bungkus minimal," tuturnya.



"Itu salah satu ya upaya pemerintah, upaya kita bersama bahwa orang yang datang ke negara kita, apalagi warga negara kita tidak mungkin lah kita mau mencelakakan mereka, apalagi mempersulit mereka," ujar Arifin.

Upaya ini, kata Arifin, adalah untuk keselamatan bersama. "Harus dipahami bahwa ini benar-benar untuk keselamatan kita bersama. Jadi jangan sekali lagi jangan menganggap ini Indonesia ribet," katanya.

"Ini prosedur yang harus dilakukan dan harus dipatuhi seluruh masyarakat, baik masyarakat yang dari luar negeri maupun yang maupun yang datang ke Indonesia untuk keselamatan. Sekali lagi, jangan disalahartikan birokrasinya nggak jelas, mungkin mbulet atau ada permainan apa di lapangan, itu singkirkan jauh-jauh dari pemikiran itu," kata Arifin.

Baca juga: PPKM Mikro Ampuh, Airlangga: Kasus Covid-19 Turun 14 Ribu


(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top