Dahnil Anzar Berhasil Bongkar 'Rahasia' Amien Rais
Senin, 18 Mei 2020 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Mendengar dua pertanyaan itu, Amien lantas tertawa. Dia lalumenjelaskanalasannya tidak ingin memegang telepon seluler (ponsel).
Amien mengaku hanya bertahan enam bulan memegang ponsel. Namun lama-lama, dirinya merasa tidak nyaman karena telinganya merasa panas kalau bertelepon dalam waktu lama. Khawatir ada dampak elektrik terhadap tubuhnya, akhirnya Amien memutuskan untuk menggunakan ear phone.
"Tapi lama-lama mengganggu juga, mengganggu saya sendiri. Kalau enggak memegang HP enggak enak akhirnya Kita ber-HP ria dibanding membaca buku atau yang bermanfaat, saya enggak mau diperbudak HP," tutur pendiri Partai Amanat Nasional ini tertawa.
Dalam perbincangan santai itu, Amien juga menceritakan pengalamannya bersama istri dan dua anaknya saat di restoran di Belanda. "Sambil menunggu makanan, kita asyik ngomong. Kemudian enggak sampai satu-dua menit, ada keluarga dari Belanda di meja lain, mereka tiga-tiganya begini (main ponsel-red), tidak ada percakapan. Ini sih diperbudak (ponsel-red)," tutur Amien tertawa.
Amien lalu menjawab pertanyaan Dahnil yang bertanya kenapa dirinya sering memberi uang kepada karyawan Gedung Muhammadiyah.
Amien lalu menceritakan awal mula kebiasaan itu. Saat dirinya menjadi pimpinan Muhammadiyah, setiap hari senin dan kamis, semua karyawan makan bubur menjelang salat Zuhur. "Saat itu saya bilang semua karyawan boleh makan dua mangkok, berapa kan, toh kan tidak banyak (harganya-red)," tuturnya.
Dia juga menceritakan saat itu dirinya juga mengajak semua karyawan Gedung Muhammadiyah, termasuk pekerja cleaning service, pengetik surat untuk ikut ke Muktamar Muhammadiyah di Aceh. "Semua harus ikut bergembira, ikut muktamar ke Aceh," katanya.
Amien mengaku hanya bertahan enam bulan memegang ponsel. Namun lama-lama, dirinya merasa tidak nyaman karena telinganya merasa panas kalau bertelepon dalam waktu lama. Khawatir ada dampak elektrik terhadap tubuhnya, akhirnya Amien memutuskan untuk menggunakan ear phone.
"Tapi lama-lama mengganggu juga, mengganggu saya sendiri. Kalau enggak memegang HP enggak enak akhirnya Kita ber-HP ria dibanding membaca buku atau yang bermanfaat, saya enggak mau diperbudak HP," tutur pendiri Partai Amanat Nasional ini tertawa.
Dalam perbincangan santai itu, Amien juga menceritakan pengalamannya bersama istri dan dua anaknya saat di restoran di Belanda. "Sambil menunggu makanan, kita asyik ngomong. Kemudian enggak sampai satu-dua menit, ada keluarga dari Belanda di meja lain, mereka tiga-tiganya begini (main ponsel-red), tidak ada percakapan. Ini sih diperbudak (ponsel-red)," tutur Amien tertawa.
Amien lalu menjawab pertanyaan Dahnil yang bertanya kenapa dirinya sering memberi uang kepada karyawan Gedung Muhammadiyah.
Amien lalu menceritakan awal mula kebiasaan itu. Saat dirinya menjadi pimpinan Muhammadiyah, setiap hari senin dan kamis, semua karyawan makan bubur menjelang salat Zuhur. "Saat itu saya bilang semua karyawan boleh makan dua mangkok, berapa kan, toh kan tidak banyak (harganya-red)," tuturnya.
Dia juga menceritakan saat itu dirinya juga mengajak semua karyawan Gedung Muhammadiyah, termasuk pekerja cleaning service, pengetik surat untuk ikut ke Muktamar Muhammadiyah di Aceh. "Semua harus ikut bergembira, ikut muktamar ke Aceh," katanya.
Lihat Juga :