Produk UMKM Kalah dari Produk Asing

Rabu, 24 Februari 2021 - 06:35 WIB
loading...
Produk UMKM Kalah dari...
Pemerintah diminta melindungi produk UMKM dari serbuan produk asing yang ramai dijual melalui marketplace. (Ilustras: SINDONews/Wawan Bastian)
A A A
DI SAAT pemerintah fokus membangkitkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tergerus pandemi Covid-19, justru muncul tagar #SellerAsingBunuhUMKM yang sempat menjadi trending topic di salah satu platform media sosial. Ada apa gerangan dengan kehadiran tagar yang ramai diperbincangkan sejak pekan lalu itu? Ternyata pemicu munculnya tagar tersebut terkait dengan penetrasi produk impor yang membanjiri marketplace nasional. Hal itu menjadi persoalan serius karena maraknya penjualan produk impor itu dinilai telah menggerus pasar UMKM domestik. Tersebut sebuah nama Mr Hu dari China yang menjajakan barang-barang murah di marketplace.

Sosok Mr Hu ditengarai sebagai importir asing yang berjualan di marketplace Shopee. Pria misterius tersebut menawarkan barang-barang keperluan sehari-hari dengan harga sangat murah dibanding produk UMKM domestik. Bagi masyarakat Indonesia pengguna Shopee yang membeli barang asal Tiongkok, selalu muncul nama Mr Hu sebagai pengirim dengan alamat yang jelas di Shangxue Industrial Park, Building 6, Bantian, China. Munculnya fenomena Mr Hu di marketplace dalam negeri tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Untuk menghindari polemik yang kian panas, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sudah meminta penjelasan dari manajemen Shopee di Indonesia.

Benarkah Mr Hu atau pelaku bisnis sejenis adalah ancaman serius yang bisa mematikan UMKM domestik? Sebenarnya terlalu dini untuk memvonis Mr Hu sebagai sebuah ancaman mematikan, namun tetap tidak boleh lengah. Mengutip penjelasan dari Head of Public and Government Relations Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo, total penjual aktif di Shopee didominasi UMKM di dalam negeri. Rinciannya, 98,1% dari 4 juta penjual aktif dari penyedia lapak asal Singapura itu adalah UMKM dan selebihnya 0,1% adalah penjual crossborder atau sekitar 4.000 pedagang asing. Adapun dari sisi penjualan produk UMKM lokal berkontribusi sekitar 71,4%, dan produk crossborder sebanyak 3%, lalu sisanya produk dari pedagang besar lokal.

Pihak Shopee Indonesia kembali menegaskan bahwa sejak awal sudah memastikan komitmen berdampingan dengan pemerintah dalam mendukung UMKM dan mendorong produk lokal guna memajukan perekonomian Indonesia. Dijelaskan pula bahwa seluruh transaksi melalui crossborder sudah sesuai prosedur yang berlaku, baik menyangkut komponen pajak maupun kepabeanan. Selain itu, manajemen Shopee mengklaim telah mengadakan sejumlah program edukasi dan pendampingan bersama beberapa kementerian dan lembaga pemerintahan melalui Kampus Shopee. Dan, memasarkan produk UMKM dengan kanal khusus produk lokal Kreasi Nusantara. Tidak hanya itu, Program Ekspor Shopee yang bertajuk dari “Dari Lokal untuk Global” telah diimplementasikan sejak dua tahun lalu.

Fenomena Mr Hu di mata Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun memang sebuah ancaman bagi UMKM. Namun, tidak bisa menyalahkan Mr Hu yang mampu menembus pasar Indonesia dengan mudah melalui marketplace. Faktor utama bebasnya produk asing menjajal pasar Indonesia tidak terlepas dari perjanjian dagang Indonesia dengan sejumlah negara yang begitu banyak. Indonesia telah menjadi pasar terbuka yang sangat menggiurkan bagi seller asing. Perjanjian dagang di kawasan Asia Tenggara diantaranya ASEAN Free Trade Area (AFTA), Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan dipastikan lebih membidik pasar Indonesia karena pasar terbesar di Asia Tenggara. Perjanjian dagang lebih kompleks lagi adalah Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), beranggotakan 10 negara Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, China, Australia, Selandia Baru, dan China.

Karena itu, Ikhsan Ingratubun berharap agar UMKM didukung dengan kehadiran pasar yang lebih jelas. Misalnya, menghadirkan e-commerce yang hanya memasarkan produk UMKM Indonesia. Syaratnya, milik pemerintah sehingga mudah dikontrol begitu pula untuk pemanfaatan aset-aset pemerintah. Pihak Akumindo sudah mengusulkan kepada pemerintah. Kalau aplikasi itu ada maka produk UMKM lokal tidak tercampur lagi dengan produk China. Cara lain, pemerintah harus menyerap produk UMKM secara merata bukan hanya dua atau tiga sektor saja. Sementara itu, sejumlah kebijakan pemerintah terkait peningkatan daya saing UMKM dalam menghadapi produk asing, Ikhsan menilai belum efektif. Masalahnya, UMKM belum mampu menghadirkan kebutuhan sehari hari dengan harga murah seperti yang ditawarkan oleh pihak asing. Artinya, kiprah Mr Hu di marketplace nasional tetap akan melenggang sepanjang tanpa regulasi yang mengatur dengan tegas.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perindo Hadirkan Program...
Perindo Hadirkan Program Sertifikasi Halal untuk UMKM, Tingkatkan Kualitas Produk dan Perkuat Ekonomi Rakyat
UMKM Indonesia Gulung...
UMKM Indonesia Gulung Tikar
Dihadiri Ribuan Pengunjung,...
Dihadiri Ribuan Pengunjung, Holding UMKM Expo 2025 Sukses Digelar
Shopee Rayakan 10 Tahun...
Shopee Rayakan 10 Tahun Berdayakan UMKM dengan Bisnis Lokal Mencatatkan Penjualan Lebih dari US$270 Miliar di Platform secara Global
Peran Strategis Ekosistem...
Peran Strategis Ekosistem Aplikasi Meningkatkan Daya Saing UMKM Digital
Lumbung Digital Nasional
Lumbung Digital Nasional
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
Euforia Pesta Belanja...
Euforia Pesta Belanja Tengah Tahun, Watsons 6.6 Mid Year Sale Makin Nyaman
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved