Stres Kian Mengancam

Senin, 22 Februari 2021 - 13:31 WIB
loading...
A A A
Di level individu, gangguan kesehatan mental bisa diatasi dengan mencari bantuan. Caranya, mulai berkomunikasi dengan lini terdekat, yakni pasangan. Kalau belum menemukan solusi, beranjak ke orang lain, misalnya lingkaran terdekat, yaitu tim kerja, atau atasan di kantor. Minta solusi atas apa yang dialami. Di sisi lain orang sekitar juga diharapkan mampu mengembangkan budaya care dan helpfull terhadap penderita. Bahkan, instansi tempat bekerja diminta perlu membangun kedasaran akan pentingnya kesehatan mental bagi setiap karyawannya karena itu untuk kepentingan bersama.

“Intinya budaya caring, peduli, ada rasa memiliki dan saling membantu. Lingkungan kerja atau keluarga harus punya prinsip bahwa ‘saya adalah kamu’, bahwa ini soal ‘kita’. Value seperti ini yang harus sering digaungkan,” jelasnya.

Jika keluarga dan lingkungan tempat kerja dirasa juga belum bisa membantu, maka saatnya berkonsultasi ke ahli. “Penderita sudah perlu mencari bantuan ke profesional,” katanya menambahkan.

Resiliensi Tinggi
Penelitian yang dilakukan Rena dkk juga mengamati tingkat resiliensi masyarakaIndonesia dalam menghadapi pandemi. Secara teori, gangguan kesehatan mental, baik stres, cemas maupun depresi rawan terjadi pada seseorang jika dia tidak punya kemampuan resiliensi. Resiliensi adalah daya lenting yang dimiliki seseorang yang membuatnya mampu keluar dari tekanan dan kembali melakukan interaksi sosial dan aktivitas sehari-hari.

“Stres bisa terjadi pada semua orang di masa pandemi ini, tapi yang membedakan, apakah dia mengalami gangguan psikologi berat, atau bisa kembali ke semula, sehat secara mental, itu tergantung dari kemampuan resiliensinya,” lanjut Rena.

Kabar baiknya, masyarakat Indonesia menurut penelitian ini memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. Dari seluruh responden 73,2% yang resiliensinya tinggi. Hanya 0,7% responden yang resiliensinya rendah. Orang dengan resiliensi tinggi mampu berinteraksi sosial, cepat mengatasi tekanan, dan tetap bisa beraktivitas sehari-hari meski di masa pandemi. Sebaliknya, orang dengan resilisensi rendah cenderung menghadapi pandemi dengan banyak tinggal di rumah dan bersikap pasrah mendekatkan diri ke Tuhan.

Rena menduga resiliensi tinggi tersebut disebabkan oleh karakter masyarakat Indonesia yang sudah memiliki daya tahan terhadap berbagai jenis stressor atau penyebab stres. “Kita hidup di negara rawan bencana, ekonomi juga kadang tidak jelas, kita bukan negara maju dengan berbagai macam fasilitas. Jadinya terbiasa, terlatih, dan akhirnya resiliens. Tapi dugaan ini tentu perlu penelitian lebih lanjut," jelasnya.

Dari sisi gender, hasil penelitian ini menunjukkan laki-laki lebih resiliens dibanding perempuan. “Mungkin karena laki-laki punya tanggung jawab terhadap ekonomi keluarga, jadi mau tak mau harus bangkit untuk bekerja di masa pandemi ini,” ujarnya.

Saat ini Rena juga terlibat dalam riset internasional tentang Covid-19 dan kesehatan mental yang dilakukan di beberapa negara. Ketua tim peneliti berasal dari Universitas Macau. Rena menjadi Ketua Peneliti tim Indonesia. "Riset ini masih berlangsung dan akan kami sampaikan nanti hasilnya," tandasnya. ananda nararya/bakti munir
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengkhawatirkan, Indonesia...
Mengkhawatirkan, Indonesia Darurat Kesehatan Mental dan Kesadaran Digital
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Gilberto Mora Ukir Sejarah,...
Gilberto Mora Ukir Sejarah, Jadi Starter Termuda di Piala Dunia 2026
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved