Anak Buah Respons Berbeda Keinginan Jokowi Revisi UU ITE, HNW: Aneh
Jum'at, 19 Februari 2021 - 08:13 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) Respons mengaku heran dengan respons berbeda dari sejumlah anggota Kabinet Indonesia Maju menyikapi keinginan Presiden Jokowi merevisi UU ITE. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Respons berbeda dari sejumlah anggota Kabinet Indonesia Maju menyikapi keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) me revisi Undang-undang (UU) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mendapat sorotan. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) sampai terheran-heran.
"Kok bisa para menteri merespons secara berbeda-beda keinginan @jokowi untuk merevisi UU ITE? Aneh," cuit HNW di akun Twitter-nya, @hnurwahid, Jumat (19/2/2021).
HNW mengingatkan bahwa yang ada adalah visi misi presiden, bukan menteri. "Bukankah mereka pembantu presiden bukan penyanggahnya? Lebih aneh lagi kalau akhirnya presiden malah mengikuti maunya pembantu-pembantunya," kata Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Baca juga: YLBHI Dukung Revisi UU ITE karena Menghambat Kebebasan Berpendapat
Dalam cuitan itu, HNW mengunggah link berita sebuah media online yang memberitakan sejumlah anak buah Presiden Jokowi merespons secara berbeda-beda keinginan merevisi UU ITE. Cuitan itu pun mendapat 60 likes, 1 tweet kutipan, dan 14 retweet hingga berita ini ditulis sekitar pukul 07.38 WIB.
"Apakah visi dan misinya sudah direvisi menterinya?" cuit seorang Warganet @Rydi64106934. "Izin ketawa. Bhuahaha," cuit seorang warganet lainnya, @totorambe.
Sekadar diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi meminta DPR merevisi pasal-pasal karet dalam UU ITE. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mendukung pembuatan pedoman interpretasi resmi terkait UU itu juga dipersoalkannya.
"Kok bisa para menteri merespons secara berbeda-beda keinginan @jokowi untuk merevisi UU ITE? Aneh," cuit HNW di akun Twitter-nya, @hnurwahid, Jumat (19/2/2021).
HNW mengingatkan bahwa yang ada adalah visi misi presiden, bukan menteri. "Bukankah mereka pembantu presiden bukan penyanggahnya? Lebih aneh lagi kalau akhirnya presiden malah mengikuti maunya pembantu-pembantunya," kata Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Baca juga: YLBHI Dukung Revisi UU ITE karena Menghambat Kebebasan Berpendapat
Dalam cuitan itu, HNW mengunggah link berita sebuah media online yang memberitakan sejumlah anak buah Presiden Jokowi merespons secara berbeda-beda keinginan merevisi UU ITE. Cuitan itu pun mendapat 60 likes, 1 tweet kutipan, dan 14 retweet hingga berita ini ditulis sekitar pukul 07.38 WIB.
"Apakah visi dan misinya sudah direvisi menterinya?" cuit seorang Warganet @Rydi64106934. "Izin ketawa. Bhuahaha," cuit seorang warganet lainnya, @totorambe.
Sekadar diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi meminta DPR merevisi pasal-pasal karet dalam UU ITE. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mendukung pembuatan pedoman interpretasi resmi terkait UU itu juga dipersoalkannya.
Lihat Juga :