Dekat Sejak Lama dengan Moeldoko, Darmizal Akui Pernah Jadi Suksesor SBY
Jum'at, 19 Februari 2021 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurunnya hasil suara Partai Demokrat di Pemilu 2014, membuat Darmizal berpikir bahwa ada sesuatu yang harus dibenahi. Darmizal menilai kala itu SBY akan fokus mengurus partai Demokrat usai mengakhiri tugas sebagai Presiden dua periode.
Namun Darmizal tersadar hal tersebut tidak terjadi. Malah sebaliknya, keresahan semakin bertambah usai anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih menjadi Ketum PD hasil Kongres 2020.
"Hari ini saya ternyata salah, saya salah besar dan saya malu kesalahan itu harus ditebus ternyata partai ini tidak boleh hanya menjadi milik satu kelompok kecil orang saja atau tidak boleh menjadi partai dinasti, harus menjadi partai terbuka harus menjadi partai milik kader menjalankan konsep kepemimpinan tidak boleh yang di atas menyodok yang dibawah, tapi yang diatas harus berkonstribusi kebawah supaya partai uni menjadi partai yang besar," ungkapnya.
Darmizal menyebut, saat ini seluruh kader PD merasa terdzolimi di bawah kepemimpinan AHY. Karenawewenang dan otoritas mereka diberangus semua ditarik ke pusat. Baca juga: AHY: Kelompok Pengudeta Partai Demokrat Berupaya Memecah Belah SBY dan Jokowi
"Pemilihan Bupati pemilih wali kota semua tidak lagi menjadi otoritas DPC untuk memilih calon-calon terbaik mereka ditarik kepusat ini tidak boleh lagi terjadi. Pusat adalah pusat kebijakan tempat strategis membuat kajian-kajian kebijakan untuk diimplementasikan di daerah itulah mestinya partai," pungkasnya.
Namun Darmizal tersadar hal tersebut tidak terjadi. Malah sebaliknya, keresahan semakin bertambah usai anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih menjadi Ketum PD hasil Kongres 2020.
"Hari ini saya ternyata salah, saya salah besar dan saya malu kesalahan itu harus ditebus ternyata partai ini tidak boleh hanya menjadi milik satu kelompok kecil orang saja atau tidak boleh menjadi partai dinasti, harus menjadi partai terbuka harus menjadi partai milik kader menjalankan konsep kepemimpinan tidak boleh yang di atas menyodok yang dibawah, tapi yang diatas harus berkonstribusi kebawah supaya partai uni menjadi partai yang besar," ungkapnya.
Darmizal menyebut, saat ini seluruh kader PD merasa terdzolimi di bawah kepemimpinan AHY. Karenawewenang dan otoritas mereka diberangus semua ditarik ke pusat. Baca juga: AHY: Kelompok Pengudeta Partai Demokrat Berupaya Memecah Belah SBY dan Jokowi
"Pemilihan Bupati pemilih wali kota semua tidak lagi menjadi otoritas DPC untuk memilih calon-calon terbaik mereka ditarik kepusat ini tidak boleh lagi terjadi. Pusat adalah pusat kebijakan tempat strategis membuat kajian-kajian kebijakan untuk diimplementasikan di daerah itulah mestinya partai," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :