SBY Disebut Restui Kudeta Demokrat, AHY: Itu Tidak Benar
Kamis, 18 Februari 2021 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
"Sedangkan, dalam menghadapi GPK-PD, beliau menitipkan pesan dan amanah kepada kita: agar kita kuat, karena yang kuat dan solid akan menang," ujar AHY.
Oleh karena itu, AHY mengajak semua agar jangan nodai partai dengan para pengkhianat. Dalam bentuk apapun, pengkhianat tidak bisa diterima kehadirannya di tengah organisasi manapun. Sekali dicap pengkhianat, sulit untuk mengembalikan kepercayaan itu, seumur hidup.
Baca juga: AHY: Kelompok Pengudeta Partai Demokrat Berupaya Memecah Belah SBY dan Jokowi
"Saya yakin dan percaya kita bukanlah pengkhianat. Tetapi hal itu saja tidak cukup untuk membuat partai ini bangkit dan besar lagi. Maka, selain tidak menjadi pengkhianat, kita juga harus melawan para pengkhianat-pengkhianat itu. Itulah sejatinya jiwa seorang patriot; pembela kebenaran dan keadilan, untuk menegakkan aturan dan hukum yang berlaku secara konstitusional," ucapnya.
Untuk itu, AHY menginstruksikan kepada segenap jajaran pimpinan dan pengurus, serta seluruh kader Partai Demokrat di mana pun berada, mari lawan, cegah, tangkal, dan hadapi para pelaku GPK-PD dengan keberanian seorang patriot. Persoalan GPK-PD ini bukan sekedar masalah internal. PD solid, tetapi faktor eksternal yang terlibat juga bukan sekedar berita bohong, karena telah dibuktikan dengan data dan fakta.
"Persoalan GPK-PD juga bukan hanya persoalan Ketum dan DPP PD semata, tetapi juga menyangkut kita semua, menyangkut posisi dan eksistensi para pimpinan dan pengurus DPD, DPC, PAC, Ranting, para pimpinan dan anggota Fraksi-PD, para pimpinan dan pengurus Organisasi Sayap, serta seluruh kader Partai Demokrat," ungkap AHY.
Oleh karena itu, AHY mengajak semua agar jangan nodai partai dengan para pengkhianat. Dalam bentuk apapun, pengkhianat tidak bisa diterima kehadirannya di tengah organisasi manapun. Sekali dicap pengkhianat, sulit untuk mengembalikan kepercayaan itu, seumur hidup.
Baca juga: AHY: Kelompok Pengudeta Partai Demokrat Berupaya Memecah Belah SBY dan Jokowi
"Saya yakin dan percaya kita bukanlah pengkhianat. Tetapi hal itu saja tidak cukup untuk membuat partai ini bangkit dan besar lagi. Maka, selain tidak menjadi pengkhianat, kita juga harus melawan para pengkhianat-pengkhianat itu. Itulah sejatinya jiwa seorang patriot; pembela kebenaran dan keadilan, untuk menegakkan aturan dan hukum yang berlaku secara konstitusional," ucapnya.
Untuk itu, AHY menginstruksikan kepada segenap jajaran pimpinan dan pengurus, serta seluruh kader Partai Demokrat di mana pun berada, mari lawan, cegah, tangkal, dan hadapi para pelaku GPK-PD dengan keberanian seorang patriot. Persoalan GPK-PD ini bukan sekedar masalah internal. PD solid, tetapi faktor eksternal yang terlibat juga bukan sekedar berita bohong, karena telah dibuktikan dengan data dan fakta.
"Persoalan GPK-PD juga bukan hanya persoalan Ketum dan DPP PD semata, tetapi juga menyangkut kita semua, menyangkut posisi dan eksistensi para pimpinan dan pengurus DPD, DPC, PAC, Ranting, para pimpinan dan anggota Fraksi-PD, para pimpinan dan pengurus Organisasi Sayap, serta seluruh kader Partai Demokrat," ungkap AHY.
Lihat Juga :