Layanan Pertanahan Harus Aman dan Mudah

Rabu, 17 Februari 2021 - 05:55 WIB
loading...
A A A
Dia kemudian menandaskan, UU No 25/2009 tentang Pelayanan Publik perlu disempurkan karena sudah berusia 11 tahun, sementara pelayanan publik berkembang sangat dinamis karena mengikuti perkembangan sosial-ekonomi masyarakat.

Tjahjo juga menyebut kelas menengah Indonesia sudah meningkat. Bank Dunia mencatat 45% populasi penduduk Indonesia atau sekitar 115 juta rakyat Indonesia berpotensi memasuki kelas menengah. Menurut Tjahjo, kenaikan kelas menengah diiringi meningkatnya ekspektasi terhadap pelayanan publik.

“Digitalisasi dalam pelayanan publik menjadi suatu keniscayaan digitalisasi pelayanan merupakan pintu menuju pelayanan publik kelas dunia," katanya.

Selain itu, perkembangan politik dan administrasi pemerintahan yang mengarah atau berorientasi kepada pelayanan harus turut menjadi pertimbangan. Pada masa lalu, semua pelayanan publik nampaknya menjadi domain pemerintah. Sekarang pelayanan publik tidak lagi menjadi domain pemerintah, tetapi harus melibatkan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, sejumlah kalangan merespons positif rencana digitalisasi sertifikat tanah. Namun mereka mewanti-wanti faktor keamanan harus dipastikan. "Sertifikat tanah secara elektronik sudah menjadi keniscayaan, maka mau tidak mau suatu waktu akan tiba. Tetapi authentication-nya menjadi luar biasa pentingnya," ujar Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi kepada Koran SINDO, kemarin.

Baca juga: Universitas Ciputra Dorong Generasi Muda Berinovasi Bangkitkan UMKM

Pengamat properti dari Indonesia Property Watch Ali Tranghanda meyakini sertifikat elektronik ini lebih efisien dilihat dari penyimpanan yang akan berupa digital. Risiko kehilangan fisik yang kecil, kemudahan transaksi akan menjadi lebih efisien karena secara otomatis akan terekam digital. Namun dia melihat sistem ini masih mengandung kerentanan dari sisi keamanan.

"Maka, harus didukung dengan sistem keamanan yang sangat baik. Juga harus diperhatikan masyarakat yang belum terbiasa digital. Karena nanti sistem ini bersifat pribadi maka tetap semua data kode akses yang bersifat pribadi harus dijaga privasinya," ucapnya.

Dalam pandangannya, implementasi digitalisasi sertifikat dilakukan bertahap menyeimbangi masyarakat yang belum terbiasa dengan perangkat digital. Soal keamanan, Ali menilai justru lebih baik untuk menghindari sertifikat ganda karena ada notifikasi, pin, password, verifikasi atau tandatangan digital dan lainnya.

‘’Sosialisasi dan edukasi butuh waktu untuk mereka yang tidak terbiasa, literasi keamanan data pribadi pun harus terus ditingkatkan,’’ katanya..

Senada, Ketua DPD REI DKI Jakarta Arvin Iskandar menilai, sertifikasi tanah elektronik ini secara umum positif bagi pelaku usaha. Sehingga memudahkan proses pengecatan ketika obyek tanah atau bangunan secara geografis berjauhan. Terlebih dengan upaya pemerintah untuk memprioritaskan digitalisasi sertifikat tanah menyasar ke instansi pemerintah, badan hukum yang sudah terbiasa dengan dokumen elektronik .

‘’Secara administratif memang masih diberlakukan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sebagai proyek percontohan. "Harapan saya bisa berlaku seluruh wilayah RI. Pertimbangan ini dimaksudkan untuk memudahkan akses investasi ke berbagai daerah, ketika investor memastikan obyek tanah baik untuk lahan pertanian atau pabrik, sehingga tidak terjadi banyak kendala saat verifikasi awal investasi," ujar Arvin.

Dia kemudian menuturkan, amburadulnya kasus e-KTP masih banyak masyarakat mengangap pembuatan sertifikat elektronik selesainya lama atau persepsi dibalik ini ada korupsi. Sehingga Mereka berpikir dua kali untuk diganti ke sertifikat elektronik.Makanya dibutuhkan kepastian proteksi data pribadi juga tidak akan berpindah tangan dengan mudah.

Untuk itu, dalam pandanganya pemerintah butuh formulasi sosialisasi secara masif dengn tujuan utama kepercayaan publik. Dimulai dari SK BPN soal penerbitan sertifikat elektronik kemudian disebar luaskan. Lalu harus ada pembuktian keberhasilan pilot project terlebih di beberapa wilayah provinsi, kabupaten atau kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Lindungi Aset Wakaf,...
Lindungi Aset Wakaf, Kemenag: 287.162 Bidang Tanah Umat Sudah Tersertifikasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved