Kepada Marzuki Alie, SBY Bilang Megawati Dua Kali Kecolongan

Senin, 15 Februari 2021 - 10:34 WIB
loading...
Kepada Marzuki Alie,...
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Negara beberapa waktu lalu. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut pernah menyampaikan bahwa Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali. Hal tersebut terungkap dalam sebuah diskusi di Channel YouTube Akbar Faizal Uncensored yang diunggah pada Kamis 11 Februari 2021.

Dalam diskusi itu, mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie mengungkapkan pernah melakukan pertemuan empat mata dengan ayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. "2004 setelah lolos Pemilu Legislatif dapat 7 sekian persen itu saya ketemu SBY empat mata juga," ujar Marzuki Alie dalam diskusi itu.

Kata Marzuki, pertemuannya dengan SBY saat itu disaksikan oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo. "Saya enggak ngerti kenapa beliau (SBY) manggil saya. Manggilnya di Hotel Sheraton Bandara," ujar Marzuki dalam diskusi yang diunggah berjudul "Marzuki Alie: Saya Tutupi Borok Partai Demokrat Selama Ini Lho" AFU Ft Marzuki & Mulyadi.

Baca juga: Refly Harun Bandingkan Iklim Demokrasi Masa SBY dan Era Jokowi

Marzuki mengaku tiba terlebih dahulu. Dia awalnya mengira bakal ada rapat dengan SBY . Sebab, ruangan pertemuannya terdapat banyak buku kecil dan pensil. "Saya pikir mau rapat kan. Karena sudah lolos dalam Pemilu Legislatif. Artinya bisa mencalonkan sebagai presiden. Rupanya yang datang SBY sendiri, saya juga kaget tadinya, kok ketemukan sendiri. Rupanya di dalam bicara itu beliau (SBY) menyampaikan 'oke kita sudah lolos'," kata Marzuki Alie yang juga mantan ketua DPR RI itu.
Kepada Marzuki Alie, SBY Bilang Megawati Dua Kali Kecolongan

Tangkapan layar Akbar Faizal Uncensored

Karena, kata Marzuki, dirinya sebelumnya ikut kampanye Partai Demokrat sebagai narasumber yang berbicara di forum-forum tim kampanye. Jadi, kata Marzuki, SBY mengetahui persis pekerjaan dirinya sebelum masuk Partai Demokrat.

"Pak SBY menyampaikan Pak Marzuki saya akan berpasangan dengan Pak JK (Jusuf Kalla). Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini. Kecolongan pertama dia yang pindah. Kecolongan kedua dia ambil Pak JK. Itu kalimatnya," ungkap Marzuki Alie.

"Dia bilang begitu?" tanya Akbar Faizal.

Baca juga: Soal Kritik Tanpa Dipolisikan, Pengamat: SBY dan JK seperti Tak Pernah Berkuasa


"Begitu. Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu. Nanti kita rapat begini-begini. Ada beberapa yang disampaikan ke kita. Nanti saya kenalkan ini," kata Marzuki menceritakan pernyataan SBY saat pertemuan itu.

Kemudian, SBY saat itu meminta Marzuki Alie masuk Partai Demokrat. Lalu, Marzuki Alie pun berhenti dari jabatan Direktur PT Semen Baturaja. SBY juga, kata dia, yang meminta Marzuki Alie mengundurkan diri dari jabatan Direktur PT Semen Baturaja itu.

"Beliau menyampaikan minta saya full masuk Demokrat, saya sampaikan, Pak saya siap masuk politik, tapi tolong saya bilang politik ini pasti penuh dengan fitnah, itu sudah saya rasakan kok masa kampanye, saat masa kampanye saya sudah difitnah macam-macam, padahal saya ini cuma bantu aja, saya kan orang profesional, membantu merumuskan, membantu bagaimana pemenangan, konsep pemenangan, itu kan saya bantu semua," kata Marzuki.

Akbar Faizal pun kembali menanyakan soal pernyataan SBY yang bilang Megawati kecolongan dua kali. "Saya agak terganggu dengan Abang bilang, SBY sendiri mengatakan ini dua kali ini Mega kecolongan?" tanya Akbar Faizal.

"Ya," singkat Marzuki.

Baca juga: SBY Sebut Kritikan seperti Obat, Pahit tapi Bisa Cegah Penyakit


"Artinya memang ternyata SBY merencanakan pada saat itu ya?" tanya Akbar Faizal lagi.

"Saya enggak ngerti itu kalimat yang saya dengar," jawab Marzuki Alie.

"Dan wajar kalau kemudian ibu Mega kelihatannya sampai sekarang tidak terlalu welcome ya?" kata Akbar menimpali.

Baca juga: Qodari Tuding SBY Sutradara Isu Kudeta AHY, Demokrat: Pakai Data Jadul


"Ya kelihatannya," jawab Marzuki.

"Seperti itu kah?" tanya Akbar lagi.

"Saya enggak ngerti, saya enggak mau membahas terlalu jauh, tapi kalimatnya diucapkan seperti itu. Saya menangkap ucapan apa adanya saja. Saya enggak mau nambah, saya tidak mau mengurang, saya tidak mau melihat latarbelakang dimana kenapa saya juga enggak mau, nanti saya salah mengartikan, orang kecolongan dua kali bisa saja karena saya berhenti, nah sekarang pak JK lagi berhenti, kan bisa dianggap dua kali, silakan persepsi orang kan beragam kan," kata Marzuki.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Megawati Gelar Silaturahmi...
Megawati Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Ada Istri Gus Dur hingga Romo Magnis
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
Berita Terkini
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved