Relawan Jokowi Minta Moeldoko Jangan Bikin Gaduh, 2024 Masih Lama
Minggu, 14 Februari 2021 - 09:20 WIB
loading...
Koordinator GN-RBJ, Adi Kurniawan menilai Kepala KSP, Moeldoko seharusnya fokus bantu Presiden pikirkan nasib Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Upaya ambil alih paksa ( kudeta) Partai Demokrat tidak hanya meresahkan pengurus dan kader partai tersebut dan elemen-elemen masyarakat sipil yang kritis lainnya tapi juga para relawan Presiden Jokowi. Mereka gelisah karena manuver Kepala KSP, Moeldoko ini mengganggu nama baik presiden dan pemerintah.
“Sebagai Kepala KSP, Pak Moeldoko seharusnya fokus bantu Presiden pikirkan nasib Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Bukan malah sibuk melakukan manuver politik,” ujar Adi Kurniawan, Koordinator Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GN-RBJ) dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021). Baca juga: Isu Kudeta Demokrat, Rumah Moeldoko Masih Dikirimi Karangan Bunga
“Jangan sampai kepercayaan rakyat makin berkurang. Jadi, stoplah buat gaduh, 2024 masih lama. Jangan ngebet duluan. Fokus tangani Pandemi COVID-19 lebih penting ketimbang urus Partai Demokrat,” sambungnya.
Adi, yang juga Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) menilai sejauh ini pemerintah terlihat belum mampu menangani persoalan pandemi COVID-19. “Sudah setahun lebih persoalan pandemi ini menimpa Indonesia bukannya pulih malah semakin terpuruk. Rakyat makin sulit buat bertahan hidup, sementara data angka COVID-19 makin meningkat setiap harinya,” jelas Adi.
“Pak Moeldoko seharusnya tidak bodoh dalam mengambil tindakan. Beliau adalah pejabat publik yang dipercaya menjadi perpanjangan tangan presiden,” ucapnya, “Ini tidak dibenarkan bahkan tidak patut didukung,” imbuh dia.
Langkah-langkah Moeldoko melakukan upaya kudeta di tubuh Demokrat kontra produktif serta bertolak belakang dengan apa yang sedang dilakukan Presiden Jokowi dalam memulihkan kondisi Indonesia agar keluar dari situasi pandemi. Gerakan nasional ini kecewa terhadap tindakan Moeldoko, apalagi beredar kabar presiden merestui isu kudeta tersebut. Baca juga: Bela Din Syamsuddin, Ulil Abshar Abdalla: Label Radikal Jadi Alat Pembungkam
“Sebagai Kepala KSP, Pak Moeldoko seharusnya fokus bantu Presiden pikirkan nasib Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Bukan malah sibuk melakukan manuver politik,” ujar Adi Kurniawan, Koordinator Gerakan Nasional Rakyat Bersama Jokowi (GN-RBJ) dalam keterangannya, Minggu (14/2/2021). Baca juga: Isu Kudeta Demokrat, Rumah Moeldoko Masih Dikirimi Karangan Bunga
“Jangan sampai kepercayaan rakyat makin berkurang. Jadi, stoplah buat gaduh, 2024 masih lama. Jangan ngebet duluan. Fokus tangani Pandemi COVID-19 lebih penting ketimbang urus Partai Demokrat,” sambungnya.
Adi, yang juga Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) menilai sejauh ini pemerintah terlihat belum mampu menangani persoalan pandemi COVID-19. “Sudah setahun lebih persoalan pandemi ini menimpa Indonesia bukannya pulih malah semakin terpuruk. Rakyat makin sulit buat bertahan hidup, sementara data angka COVID-19 makin meningkat setiap harinya,” jelas Adi.
“Pak Moeldoko seharusnya tidak bodoh dalam mengambil tindakan. Beliau adalah pejabat publik yang dipercaya menjadi perpanjangan tangan presiden,” ucapnya, “Ini tidak dibenarkan bahkan tidak patut didukung,” imbuh dia.
Langkah-langkah Moeldoko melakukan upaya kudeta di tubuh Demokrat kontra produktif serta bertolak belakang dengan apa yang sedang dilakukan Presiden Jokowi dalam memulihkan kondisi Indonesia agar keluar dari situasi pandemi. Gerakan nasional ini kecewa terhadap tindakan Moeldoko, apalagi beredar kabar presiden merestui isu kudeta tersebut. Baca juga: Bela Din Syamsuddin, Ulil Abshar Abdalla: Label Radikal Jadi Alat Pembungkam
Lihat Juga :