Cuitan Novel Baswedan soal Ustaz Maaher Bisa Perburuk Hubungan KPK-Polri
Minggu, 14 Februari 2021 - 11:06 WIB
loading...
Novel Baswedan. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan, cuitan penyidik senior KPK Novel Baswedan terkait kematian Ustaz Maaher At Thuwailibi alias Soni Eranata sangat tidak etis dan terlalu mengintervensi tugas-tugas profesional Polri serta bisa memperburuk hubungan KPK-Polri.
"Meski demikian, Polri tak perlu memanggil dan memeriksa Novel karena hanya buang-buang waktu," ujar Neta kepada SINDOnews, Minggu (14/2/2021).
Neta menilai, cuitan Novel soal Ustaz Maaher memang sangat tidak etis. Pertama, Novel sebagai aparatur KPK. Kedua, dia mantan anggota Polri yang sudah mengundurkan diri. Jadi, kalaupun dia mau berpendapat sebaiknya disampaikan langsung ke para mantan koleganya yang masih banyak bertugas di Polri.
Baca juga: Ditutup, Donasi Ustaz Maaher Lewat Yusuf Mansur Tembus Rp1,2 Miliar
"Jika opininya dilempar ke publik akan muncul opini negatif yang bisa menuding Novel hendak memprovokasi publik dan memojokkan Polri, yang ujung ujungnya hendak membenturkan Polri dengan KPK," ujarnya.
"Meski demikian, Polri tak perlu memanggil dan memeriksa Novel karena hanya buang-buang waktu," ujar Neta kepada SINDOnews, Minggu (14/2/2021).
Neta menilai, cuitan Novel soal Ustaz Maaher memang sangat tidak etis. Pertama, Novel sebagai aparatur KPK. Kedua, dia mantan anggota Polri yang sudah mengundurkan diri. Jadi, kalaupun dia mau berpendapat sebaiknya disampaikan langsung ke para mantan koleganya yang masih banyak bertugas di Polri.
Baca juga: Ditutup, Donasi Ustaz Maaher Lewat Yusuf Mansur Tembus Rp1,2 Miliar
"Jika opininya dilempar ke publik akan muncul opini negatif yang bisa menuding Novel hendak memprovokasi publik dan memojokkan Polri, yang ujung ujungnya hendak membenturkan Polri dengan KPK," ujarnya.
Lihat Juga :