Satgas Berharap Plasma Konvalesen Bisa Menurunkan Kasus Aktif COVID-19 dengan Cepat

Kamis, 11 Februari 2021 - 17:06 WIB
loading...
Satgas Berharap Plasma...
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan terapi plasma konvalesen bisa bermanfaat menurunkan kasus aktif COVID-19 dengan cepat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 , Wiku Adisasmito mengatakan terapi plasma konvalesen bisa bermanfaat menurunkan kasus aktif COVID-19 dengan cepat. Kasus aktif COVID-19 merupakan terkonfirmasi positif yang saat ini sedang dirawat ataupun menjalankan isolasi di rumah sakit.

Wiku pun menjelaskan jika penambahan kasus COVID-19 masih terjadi meskipun angkanya fluktuatif. “Saya atas nama Satgas COVID-19 menyampaikan beberapa hal penting menjadi landasan plasma konvalesen ini. Kalau kita lihat pertama adalah kaitannya dengan kondisi kasus yang ada, kondisinya per kemarin yaitu tanggal 10 Februari," ujar Wiku dalam Webinar Plasma Konvalesen Pada Penanganan COVID-19, Kamis (11/2/2021). Baca juga: LBM Eijkman Kembangkan Metode Praktis Kadar Antibodi untuk Plasma Konvalesen

Jadi penambahan kasus hari ini memang fluktuatif. Beberapa waktu terakhir di atas 10.000, bahkan sampai dengan 14.000. Tapi sekarang sudah turun dari menjadi di bawah 10.000,” imbuh dia.

Meskipun, kata Wiku, ada beberapa kasus positif COVID-19 yang kasus lama yang baru masuk pencatatan. “Salah satunya dari Jawa Barat yang jumlahnya masih cukup banyak yang kasus lama belum masuk,” katanya.

“Dan ini berpotensi membuat kita melihat jumlah kasus ini menjadi bias dalam pengambilan keputusan. Sehingga kita sedang mengusahakan agar pencatatannya bisa dipisahkan antara data sekarang dengan data yang lalu yang belum masuk,” sambung Wiku.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Maskot Piala Dunia 2026...
Maskot Piala Dunia 2026 Jadi Alat Polisi Tangkap Gembong Narkoba
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
5 Penyakit yang Bisa...
5 Penyakit yang Bisa Diatasi dengan Air Rebusan Serai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved