Satgas Berharap Plasma Konvalesen Bisa Menurunkan Kasus Aktif COVID-19 dengan Cepat
Kamis, 11 Februari 2021 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
Wiku mengatakan kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini 14,2% lebih rendah dibandingkan dengan persentase dunia yakni 14,2%. “Dan kalau kita lihat dari jumlah kasus aktifnya kita 14,2% ini yang harus kita tekan terus. Dimana kasus aktif di dunia 23,61%,” jelas Wiku.
Sehingga, tegas Wiku, diharapkan plasma konvalesen bisa menurunkan kasus aktif COVID-19 ini dengan cepat karena pengobatan dan terapinya efektif. “Jadi plasma konvalesen tentunya nantinya akan bermanfaat untuk memastikan bahwa jumlah kasus aktif ini bisa turun cepat, karena pengobatannya, atau terapinya efektif,” katanya.
Sementara itu, kasus sembuhnya juga bisa meningkat. “Kita sudah 83,1%, pastinya harapannya adalah 100%. Dan kita lebih baik daripada dunia yang 74,05%,” kata Wiku. Baca juga: Menristek: Kebutuhan Donor Plasma Konvalesen untuk Terapi Covid-19 Tinggi
Namun, Wiku menambahkan saat ini angka kematian akibat COVID-19 masih tinggi. “Tetapi jumlah kasus meninggal kita kumulatifnya sudah di atas 32.000 dengan persentase 2,7% dimana dunia 2,9%. Angka ini sebenarnya sudah turun terus. Dan inilah gunanya target kita untuk bisa mendorong agar kasusnya bisa turun terus,” tutupnya.
Sehingga, tegas Wiku, diharapkan plasma konvalesen bisa menurunkan kasus aktif COVID-19 ini dengan cepat karena pengobatan dan terapinya efektif. “Jadi plasma konvalesen tentunya nantinya akan bermanfaat untuk memastikan bahwa jumlah kasus aktif ini bisa turun cepat, karena pengobatannya, atau terapinya efektif,” katanya.
Sementara itu, kasus sembuhnya juga bisa meningkat. “Kita sudah 83,1%, pastinya harapannya adalah 100%. Dan kita lebih baik daripada dunia yang 74,05%,” kata Wiku. Baca juga: Menristek: Kebutuhan Donor Plasma Konvalesen untuk Terapi Covid-19 Tinggi
Namun, Wiku menambahkan saat ini angka kematian akibat COVID-19 masih tinggi. “Tetapi jumlah kasus meninggal kita kumulatifnya sudah di atas 32.000 dengan persentase 2,7% dimana dunia 2,9%. Angka ini sebenarnya sudah turun terus. Dan inilah gunanya target kita untuk bisa mendorong agar kasusnya bisa turun terus,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :