Punya Anggaran Cukup Besar, Sektor Pertahanan Dinilai Rawan Dikorupsi
Kamis, 11 Februari 2021 - 04:38 WIB
loading...
A
A
A
"Korupsi dapat melanggengkan konflik dan memakan korban jiwa ketika pasukan militer dilengkapi dengan peralatan yang tidak memadai dan pejabat yang korup menggunakan keuntungan dari kesepakatan pertahanan untuk memperkuat posisi pribadi dan merusak demokrasi," kata Danang.
Pt Dirgantara Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang dinilai dan mendapatkan peringkat F. Hal tersebut berarti komitmen terhadap antikorupsi dan transparansi sangat rendah.
"Dari kesepuluh area risiko korupsi yang dipantau, hampir seluruh informasi milik PT Dirgantara Indonesia tidak dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat," jelasnya.
Proses penyidikan kasus korupsi yang dihadapi oleh PT Dirgantara Indonesia saat ini memperkuat hasil indeks ini, yang mengindikasikan buruknya tata kelola internal dan integritas bisnis sektor perusahaan pertahanan di Indonesia.
Oleh karena itu, menurut Danang hasil dari DCI 2020 ini juga akan memberikan peta jalan untuk praktik yang lebih baik dalam industri pertahanan, termasuk bagi PT Dirgantara Indonesia.
"Indeks ini memberikan panduan tentang standar antikorupsi dan transparansi kepada perusahaan pertahanan yang sesuai dengan risiko yang dihadapi di sektor pertahanan. Mengadopsi nilai-nilai ini tidak hanya mengurangi risiko perusahaan, tetapi juga pada gilirannya membantu meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi risiko korupsi di sektor pertahanan secara lebih luas," tegas Danang.
Dari hasil Indeks Antikorupsi dan Transparansi Perusahaan Pertahanan 2020 dari Transparency International, ditemukan bahwa hanya 12% dari 134 perusahaan pertahanan global yang dinilai mendapatkan peringkat ‘A’ atau ‘B’, yang menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap anti-korupsi dan transparansi.
Pt Dirgantara Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang dinilai dan mendapatkan peringkat F. Hal tersebut berarti komitmen terhadap antikorupsi dan transparansi sangat rendah.
"Dari kesepuluh area risiko korupsi yang dipantau, hampir seluruh informasi milik PT Dirgantara Indonesia tidak dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat," jelasnya.
Proses penyidikan kasus korupsi yang dihadapi oleh PT Dirgantara Indonesia saat ini memperkuat hasil indeks ini, yang mengindikasikan buruknya tata kelola internal dan integritas bisnis sektor perusahaan pertahanan di Indonesia.
Oleh karena itu, menurut Danang hasil dari DCI 2020 ini juga akan memberikan peta jalan untuk praktik yang lebih baik dalam industri pertahanan, termasuk bagi PT Dirgantara Indonesia.
"Indeks ini memberikan panduan tentang standar antikorupsi dan transparansi kepada perusahaan pertahanan yang sesuai dengan risiko yang dihadapi di sektor pertahanan. Mengadopsi nilai-nilai ini tidak hanya mengurangi risiko perusahaan, tetapi juga pada gilirannya membantu meningkatkan akuntabilitas dan mengurangi risiko korupsi di sektor pertahanan secara lebih luas," tegas Danang.
Dari hasil Indeks Antikorupsi dan Transparansi Perusahaan Pertahanan 2020 dari Transparency International, ditemukan bahwa hanya 12% dari 134 perusahaan pertahanan global yang dinilai mendapatkan peringkat ‘A’ atau ‘B’, yang menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap anti-korupsi dan transparansi.
Lihat Juga :