Ekspansi Modal Picu 'Ocean Grabbing'

Kamis, 11 Februari 2021 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Efek Domino “Ocean Grabing”
Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dari ekspansi modal besar-besaran yang dilakukan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang telah memicu terjadinya ocean grabbing melalui proyek reklamasi untuk memperoleh lahan baru. Pertama, terkait ocean grabbing akibat dari pelaksanaan proyek reklamasi telah menunjukkan kepada kita bahwa Indonesia memiliki pengelolaan yang buruk terhadap wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal tersebut ditandai dengan keterlibatan masyarakat lokal/adat sangat minim serta perencanaan pembangunan yang tidak terencana dengan baik.

Dengan demikian, mengindikasikan bahwa kegiatan ekspansi modal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil hanya difasilitasi sepihak oleh pemerintah tanpa melibatkan para pemangku kepentingan yang ada (masyarakat lokal/adat). Pada akhirnya kita ketahui bahwa pelaksanaan reklamasi yang memicu timbulnya ocean grabbing dilaksanakan secara terselubung dan dipermulus dengan pemberian dukungan melalui UU Cipta Kerja yang terlihat jelas di mana terkait pengaturan ruang hanya diperuntukkan memfasilitasi para pemilik modal untuk melakukan ekspansi modal.

Kedua, terusir dan terampasnya hak hidup serta identitas masyarakat lokal/adat dari ruang dan sumber daya laut yang telah diprivatisasi oleh pemilik modal. Hal tersebut tentu berdampak terhadap mata pencaharian dan kondisi sosial kehidupan masyarakat lokal/adat, seperti jumlah tangkapan yang semakin menurun, hilangnya daerah tangkapan (fishing ground), penurunan pendapatan, meningkatnya biaya operasional akibat semakin jauhnya daerah penangkapan, serta hilangnya identitas dan budaya masyarakat karena ketidakmampuan mereka untuk bertahan.

Ketiga, kerusakan lingkungan yang masif terjadi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dikarenakan terganggunya keseimbangan ekosistem yang merupakan dampak dari perubahan bentang alam yang terjadi. Seperti kerusakan ekosistem pesisir (mangrove, padang lamun, dan terumbu karang), sedimentasi yang semakin parah, perubahan pola arus, menurunnya salinitas, dan terjadinya kekeruhan air akibat pengerukan serta penimbunan menggunakan pasir laut. Hal tersebut jelas-jelas telah merusak ekosistem pesisir yang berakibat sangat fatal bagi kehidupan biota yang ada. Kondisi tersebut secara akal sehat jelas tidak menguntungkan sama sekali, baik untuk masyarakat maupun lingkungan.

Terkait ekspansi modal besar-besaran akibat dari kebutuhan lahan baru di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil telah menimbulkan fenomena ocean grabbing yang jelas berdampak negatif, baik terhadap kehidupan masyarakat lokal/adat maupun bagi lingkungan pesisir. Hemat penulis, pemerintah harus berpikir jernih dan benar-benar berdiri untuk kepentingan masyarakat, bukan malah sebaliknya, bersanding sangat harmonis dengan para pemilik modal. Artinya, pemerintah harus mengkaji ulang semua bentuk kebijakan yang telah membiarkan para pemilik modal dengan gampangnya melakukan penguasaan (privatisasi) ruang dan sumber daya di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil lewat ekspansi modal besar-besaran.

Jika pemerintah cuek dan terkesan tutup mata-telinga, maka dapat dipastikan masyarakat wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia akan mengalami bentuk nyata dari penjajahan pada era disrupsi saat ini. Di mana masyarakat lokal/adat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terjajah secara langsung, baik itu oleh pemerintahnya sendiri maupun pihak asing, dalam hal ini pemilik modal.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Prabowo Bangun 1.582...
Prabowo Bangun 1.582 Kapal Penangkap Ikan, Bakal Dibagikan ke Nelayan
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Bali Berhasil Bongkar TPPO KM Awindo A2
BNPP Perkuat Kolaborasi...
BNPP Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Menteri Trenggono Ungkap...
Menteri Trenggono Ungkap 100 Titik Kampung Nelayan Rampung Mei 2026
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
Langkah Nyata Pegadaian...
Langkah Nyata Pegadaian dan Universitas Andalas Bangun Masyarakat Tangguh Bencana
Percepat Program Prioritas...
Percepat Program Prioritas Ketahanan Pangan, KKP Dorong Kolaborasi Nasional
Rekomendasi
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Sarwendah Ungkap Alasan...
Sarwendah Ungkap Alasan Pindah Rumah, Didatangi Debt Collector hingga Ancaman Dilelang
Berita Terkini
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Breaking News! Hotman...
Breaking News! Hotman Paris Mundur sebagai Pengacara Febrie Adriansyah
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Infografis
Pertengkaran Trump dan...
Pertengkaran Trump dan Zelensky Picu Perpecahan NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved