Elektabilitas Partainya Menurun, Politikus PDIP: Biasa Saja, Jangan Kaget

Selasa, 09 Februari 2021 - 16:30 WIB
loading...
Elektabilitas Partainya...
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno tidak kaget dengan hasil-hasil survei yang dirilis saat ada isu-isu politik tertentu. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menurun berdasarkan survei New Indonesia Research & Consulting. Kendati demikian, partai berlambang banteng bermoncong putih itu masih tetap unggul dari partai lain.

Elektabilitas PDIP sebelumnya naik dari 29,3% pada survei Juni 2020 menjadi 31,4% pada survei Oktober 2020. Tetapi pada survei terakhir, elektabilitasnya merosot hingga 23,1%.

Sejumlah pengamat politik pun menilai kasus dugaan suap bantuan sosial (Bansos) penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek yang menjerat bekas Menteri Sosial Juliari Batubara menjadi pemicu turunnya elektabilitas PDIP. Juliari Batubara merupakan mantan wakil bendahara PDIP.

(Baca: Elektabilitas PDIP Tetap Nomor 1, Isu Madam Bansos Tak Kuat Menggoyang)

Menanggapi hal itu, politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa naik turunnya hasil survei merupakan hal yang biasa. "Jadi, jangan diterima dalam perspektif permanen atau suratan nasib," ujar Hendrawan Supratikno kepada SINDOnews, Selasa (9/2/2021).

Hendrawan mengatakan, PDIP terus mengaktivasi kerja-kerja politik di akar rumput dalam kondisi masyarakat yang sedang terpukul karena Pandemi Covid-19, rangkaian bencana dan perlambatan ekonomi. "Juga jangan kaget, dalam kondisi ketika ada isu politik, ada saja lembaga survei yang nimbrung umumkan hasil survei yang sifatnya temporer. Kami lebih fokus pada konsistensi elektabilitas antarwaktu," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Kecam Pengkaplingan...
Kecam Pengkaplingan Tenda Haji, Legislator PDIP Desak Izin KBIH Nakal Dicabut
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved