Kemenristek Targetkan Vaksin Merah Putih Bisa Dipakai Masyarakat Akhir 2021
Selasa, 09 Februari 2021 - 16:03 WIB
loading...
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek BRIN, Ali Ghufron Mukti mengungkapkan paling lambat vaksin Merah Putih bisa dipakai untuk vaksinasi masyarakat pada akhir 2021. Foto/Unair
A
A
A
JAKARTA - Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek BRIN , Ali Ghufron Mukti mengungkapkan paling lambat vaksin Merah Putih bisa dipakai untuk vaksinasi masyarakat pada akhir 2021.
“Akhir 2021 bisa dipakai di masyarakat. Tapi belum banyak jumlahnya. Untuk banyaknya ya kemudian berikutnya,” ujar Ali dalam dialog secara virtual, Selasa (9/2/2021). Baca juga: Erick Thohir: Vaksin Merah Putih Produksi Tahun Depan
Saat ini ada enam lembaga yang mengembangkan Vaksin Merah Putih, yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Airlangga (Unair), LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada dengan masing-masing platform yang berbeda.
Ali mengatakan jumlah vaksin Merah Putih yang akan diproduksi diperkirakan masih dalam jumlah kebutuhan atau keperluan untuk vaksinasi di Indonesia. “Tentu vaksin Merah Putih ini kita tergantung sebetulnya kebutuhannya atau keperluannya.”
Meskipun, kata Ali, kapasitas produksi vaksin dari Biofarma bisa mencapai ratusan juta. “Kalau dari sisi kapasitas produksi, ini satu perusahaan saja ini bisa memiliki kapasitas ratusan juta. Contohnya kata lah sampai 500-700 juta bisa,” jelasnya.
“Akhir 2021 bisa dipakai di masyarakat. Tapi belum banyak jumlahnya. Untuk banyaknya ya kemudian berikutnya,” ujar Ali dalam dialog secara virtual, Selasa (9/2/2021). Baca juga: Erick Thohir: Vaksin Merah Putih Produksi Tahun Depan
Saat ini ada enam lembaga yang mengembangkan Vaksin Merah Putih, yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Airlangga (Unair), LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada dengan masing-masing platform yang berbeda.
Ali mengatakan jumlah vaksin Merah Putih yang akan diproduksi diperkirakan masih dalam jumlah kebutuhan atau keperluan untuk vaksinasi di Indonesia. “Tentu vaksin Merah Putih ini kita tergantung sebetulnya kebutuhannya atau keperluannya.”
Meskipun, kata Ali, kapasitas produksi vaksin dari Biofarma bisa mencapai ratusan juta. “Kalau dari sisi kapasitas produksi, ini satu perusahaan saja ini bisa memiliki kapasitas ratusan juta. Contohnya kata lah sampai 500-700 juta bisa,” jelasnya.
Lihat Juga :