Pendapat Kwiek Kian Gie Era Orba Lebih Baik dalam Hal Kritik Dinilai Berlebihan

Selasa, 09 Februari 2021 - 09:59 WIB
loading...
Pendapat Kwiek Kian...
Ekonom Kwik Kian Gie. Foto/Dok SINDO
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institut (IPI) Karyono Wibowo menilai, pernyataan ekonom senior Kwik Kian Gie yang mengaku belum pernah merasa takut seperti sekarang ini dalam mengemukakan pendapatnya, terutama yang terkait dengan kebijakan pemerintah, lebih ditujukan kepada para buzzer .

"Dari cuitannya di Twitter, Kwik tidak secara langsung menuduh pemerintah telah menciptakan ketakutan, tapi lebih ditujukan kepada para buzzer yang melakukan serangan di medsos," kata Karyono saat dihubungi SINDOnews, Selasa (9/2/2021).

Karyono menganggap, Kwiek tentu sadar juga bahwa bukan dirinya saja yang diserang (di-bully) buzzer , tapi juga pemerintah dan banyak sekali tokoh-tokoh yang menjadi sasaran bully-an para buzzer di media sosial.

Baca juga: Buzzer Bikin Resah Kwik Kian Gie, PKS: Rusak Iklim Demokrasi


Hanya saja, pendapat Kwiek yang menilai pemerintahan Soeharto seolah lebih baik dalam hal kritik menurutnya kurang pas. Pengakuan Menko Perekonomian di era Pemerintahan Abdurahman Wahid (Gus Dur) bahwa selama dia melakukan kritik terhadap pemerintah Soeharto, tak pernah sekalipun menemui masalah memang agak kebablasan dan hiperbola, tidak didasarkan pada penilaian yang realistis dan holistik.

Menurutnya, pengakuan Kwik di zaman Soeharto dia diberi kelonggaran menulis kolom dengan kritik-kritik tajam tanpa menemui masalah, dianggapnya bukan contoh yang pas untuk membuat perbandingan dengan kondisi sekarang.

Baca juga: Kwik Kian Gie Ketakutan, Pemerintah Diminta Tertibkan Buzzer
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Prabowo Ucapkan Terima...
Prabowo Ucapkan Terima Kasih Dikritik PDIP, Dasco: Keluar dari Lubuk Hati Paling Dalam
Prabowo: Pilu Hati Saya,...
Prabowo: Pilu Hati Saya, Anggota PDIP Kadang-kadang Kritiknya Keras Banget
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
Jaksa Turki Tuntut Hukuman...
Jaksa Turki Tuntut Hukuman 2.430 Tahun Penjara untuk Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu
Masih Tinggal di Persembunyian,...
Masih Tinggal di Persembunyian, Machado Terkejut Raih Hadiah Nobel Perdamaian
Rekomendasi
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Berita Terkini
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Infografis
Sandera Israel yang...
Sandera Israel yang Dibebaskan Hamas Kesehatannya Jauh Lebih Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved