Akademisi dan Pengamat Minta Intervensi Kekuasaan pada Parpol Dihentikan
Senin, 08 Februari 2021 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
“Intervensi atas partai politik melemahkan demokrasi dari dua sisi, yaitu melemahkan oposisi dan juga melemahkan kelembagaan/ sistem partai politik,” katanya.
Seksi untuk Diakuisisi, Elektabilitas Bisa Naik
Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Eksekutif Voxpol Center Syarwi Pangi Chaniago menyebut upaya pengambilalihan paksa ini sebagai kerja demokrasi yang paling buruk. "Mau ambil partai orang dengan tanpa biaya besar. Paket hemat lah,” tandasnya.
Dia menilai Partai Demokrat menjadi sasaran karena partai ini bagus masa depannya. Secara oposisi, partai ini yang paling dilirik rakyat. "PKS sama-sama oposisi, tapi kan belum pernah berkuasa. Partai Demokrat kan sebagai oposisi, pernah berkuasa 10 tahun, Makanya dia menjadi seksi untuk diakuisisi,” jelasnya.
Denny Charter dari Lembaga Survei Index Politica melihat upaya kudeta yang gagal ini malah menguntungkan Partai Demokrat. Lembaganya baru merilis hasil survei Minggu (7/2) yang menunjukkan Partai Demokrat memiliki elektabilitas 11,8%. Baca juga: Partai Demokrat: Moeldoko Harusnya Kena Kartu Merah
“Demokrat ini akan diuntungkan karena pemilih konservatif dan progresif itu kan sudah terbentuk di Indonesia ini, jadi orang-orang yang kecewa dengan Gerindra karena merapat ke pemerintah, sebagian besar akan ke Demokrat. Efek dari isu kudeta, (Demokrat) bisa mengalami kenaikan (elektabilitas) 1-2 persen,” tutupnya.
Seksi untuk Diakuisisi, Elektabilitas Bisa Naik
Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Eksekutif Voxpol Center Syarwi Pangi Chaniago menyebut upaya pengambilalihan paksa ini sebagai kerja demokrasi yang paling buruk. "Mau ambil partai orang dengan tanpa biaya besar. Paket hemat lah,” tandasnya.
Dia menilai Partai Demokrat menjadi sasaran karena partai ini bagus masa depannya. Secara oposisi, partai ini yang paling dilirik rakyat. "PKS sama-sama oposisi, tapi kan belum pernah berkuasa. Partai Demokrat kan sebagai oposisi, pernah berkuasa 10 tahun, Makanya dia menjadi seksi untuk diakuisisi,” jelasnya.
Denny Charter dari Lembaga Survei Index Politica melihat upaya kudeta yang gagal ini malah menguntungkan Partai Demokrat. Lembaganya baru merilis hasil survei Minggu (7/2) yang menunjukkan Partai Demokrat memiliki elektabilitas 11,8%. Baca juga: Partai Demokrat: Moeldoko Harusnya Kena Kartu Merah
“Demokrat ini akan diuntungkan karena pemilih konservatif dan progresif itu kan sudah terbentuk di Indonesia ini, jadi orang-orang yang kecewa dengan Gerindra karena merapat ke pemerintah, sebagian besar akan ke Demokrat. Efek dari isu kudeta, (Demokrat) bisa mengalami kenaikan (elektabilitas) 1-2 persen,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :