Partai Demokrat: Moeldoko Harusnya Kena Kartu Merah
Senin, 08 Februari 2021 - 10:51 WIB
loading...
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng. Foto/SINDOnews/R Suratman
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengungkapkan upaya pengambilalihan Partai Demokrat dapat berdampak pada arah dan sikap politik Partai Demokrat.
Jika diambil alih, Demokrat pasti menjadi pendukung pemerintah. Menurut Andi, hal tersebut mencederai demokrasi di era pemerintahan saat ini.
Andi juga menyayangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan membalas surat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meminta klarifikasi terkait dugaan keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam kudeta kepemimpinan di Demokrat.
"Itu surat untuk kepentingan Pak Jokowi sendiri sebagai Presiden supaya rakyat jelas tentang hal ini," kata Andi dalam webinar bertajuk Prahara Hostile Take Over Partai Politik dalam Arena Demokrasi, Minggu 7 Februari 2021 malam.Baca juga: Ditanya Surat Demokrat ke Jokowi, Moeldoko: Masa Ngopi-ngopi Harus Lapor Presiden
Namun, Andi menduga bahwa mungkin itu gaya Jokowi yang ingin memberikan pesan silakan Partai Demokrat menyelesaikan urusan internalnya, dan Jokowi yang menyelesaikan urusan internal Istana, hingga kemudian Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditegur oleh Jokowi.
Jika diambil alih, Demokrat pasti menjadi pendukung pemerintah. Menurut Andi, hal tersebut mencederai demokrasi di era pemerintahan saat ini.
Andi juga menyayangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan membalas surat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meminta klarifikasi terkait dugaan keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam kudeta kepemimpinan di Demokrat.
"Itu surat untuk kepentingan Pak Jokowi sendiri sebagai Presiden supaya rakyat jelas tentang hal ini," kata Andi dalam webinar bertajuk Prahara Hostile Take Over Partai Politik dalam Arena Demokrasi, Minggu 7 Februari 2021 malam.Baca juga: Ditanya Surat Demokrat ke Jokowi, Moeldoko: Masa Ngopi-ngopi Harus Lapor Presiden
Namun, Andi menduga bahwa mungkin itu gaya Jokowi yang ingin memberikan pesan silakan Partai Demokrat menyelesaikan urusan internalnya, dan Jokowi yang menyelesaikan urusan internal Istana, hingga kemudian Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditegur oleh Jokowi.
Lihat Juga :