Pelaksanaan PPKM Skala Mikro, Doni Monardo: Ujung Tombaknya RT/RW
Minggu, 07 Februari 2021 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Doni pun berharap dalam rapat koordinasi tersebut, pihaknya bisa mendapat masukan dan strategi dalam memutus penularan Covid-19. "Jadi kita harapkan pertemuan hari ini adalah pertemuan terakhir sebelum SOP tentang pengendalian Covid yang berskala mikro ini akan kita terbitkan dalam bentuk Surat Edaran," ujarnya.
"Oleh karenanya masukan dari sejumlah pejabat pada sore ini sangat penting dan kita sangat berharap bahwa ini adalah strategi yang efektif, ini adalah strategi yang pamungkas karena berbagai langkah dan cara telah tertempuh," tambahnya.
Selain itu Doni mengatakan, jika kasus aktif Covid-19 di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. "Sudah hampir 1 tahun kita bertempur berperang menghadapi Covid, namun kasusnya bukannya semakin rendah, kasus aktif kita termasuk yang tertinggi saat ini di dunia. Kita memiliki pasien Covid 175.000 orang, artinya ada 175.000 orang kasus Covid-19 saat ini di Tanah Air," jelasnya.
Jika kasus Covid-19 tidak segera dikendalikan dengan memutus mata rantai penularannya, maka rumah sakit kita tidak akan mampu untuk merawat pasien. "Dan yang pasti juga tenaga kesehatan kita sangat terbatas. Korban dari para pejuang kemanusiaan dokter dan perawat dan tenaga kesehatan lainnya sudah cukup banyak," ungkapnya.
"Oleh karenanya sekali lagi strategi kita untuk menangkal Covid di tingkat yang terendah di tingkat RT/RW bisa kita jadikan sebagai salah satu strategi baru tetap berbasis kolaborasi, kesepakatan antara semua komponen antar Desa, Kelurahan sampai dengan tingkat RT/RW," tutup Doni.
"Oleh karenanya masukan dari sejumlah pejabat pada sore ini sangat penting dan kita sangat berharap bahwa ini adalah strategi yang efektif, ini adalah strategi yang pamungkas karena berbagai langkah dan cara telah tertempuh," tambahnya.
Selain itu Doni mengatakan, jika kasus aktif Covid-19 di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. "Sudah hampir 1 tahun kita bertempur berperang menghadapi Covid, namun kasusnya bukannya semakin rendah, kasus aktif kita termasuk yang tertinggi saat ini di dunia. Kita memiliki pasien Covid 175.000 orang, artinya ada 175.000 orang kasus Covid-19 saat ini di Tanah Air," jelasnya.
Jika kasus Covid-19 tidak segera dikendalikan dengan memutus mata rantai penularannya, maka rumah sakit kita tidak akan mampu untuk merawat pasien. "Dan yang pasti juga tenaga kesehatan kita sangat terbatas. Korban dari para pejuang kemanusiaan dokter dan perawat dan tenaga kesehatan lainnya sudah cukup banyak," ungkapnya.
"Oleh karenanya sekali lagi strategi kita untuk menangkal Covid di tingkat yang terendah di tingkat RT/RW bisa kita jadikan sebagai salah satu strategi baru tetap berbasis kolaborasi, kesepakatan antara semua komponen antar Desa, Kelurahan sampai dengan tingkat RT/RW," tutup Doni.
(maf)
Lihat Juga :