Geger Kudeta Demokrat, Ini Deretan Konflik yang Pernah Landa Parpol Lain
Minggu, 07 Februari 2021 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
Ical misalnya mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), sedangkan Agung Laksono mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Sementara di PPP, Suryadharma Ali atau Djan Faridz mendukung Prabowo di Pilpres 2014, sedang Romi mendukung Jokowi.
Selain Golkar dan PPP, Partai Hanura juga pernah mengalami dualisme. Kubu Oesman Sapta Odang (Oso) dan kubu Wiranto atau Marsekal Madya (Purn) Daryatmo. Kemudian, prahara juga menimpa Partai Berkarya, antara kubu Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dengan Muchdi PR.Baca juga: Filosofi Kopi Moeldoko dan Isu Kudeta Partai Demokrat
Kubu Tommy menolak hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu, 11 Juli 2020 yang menetapkan Muchdi PR sebagai ketua umum.
Partai Amanat Nasional (PAN) juga pernah dilanda konflik internal. Kondisi itu terlihat nyata dalam aksi "lempar kursi" saat Kongres V PAN di Sulawesi Tenggara, Februari 2020. Dalam kongres tersebut, PAN terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Zulkifli Hasan dan kubu Mulfachri Harahap-Hanafi Rais yang didukung oleh sang pendiri PAN Amien Rais.
Setelah melalui proses yang cukup dramatis, Zulkifli Hasan kembali terpilih menjadi ketua umum. Kubu Amien Rais pun terpental. Puncaknya, Amien Rais dan Hanafi Rais mundur dari PAN. Meninggalkan PAN, Amien Rais mendirikan Partai Ummat yang didalamnya juga beranggotakan mantan kader PAN.
Selain Golkar dan PPP, Partai Hanura juga pernah mengalami dualisme. Kubu Oesman Sapta Odang (Oso) dan kubu Wiranto atau Marsekal Madya (Purn) Daryatmo. Kemudian, prahara juga menimpa Partai Berkarya, antara kubu Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dengan Muchdi PR.Baca juga: Filosofi Kopi Moeldoko dan Isu Kudeta Partai Demokrat
Kubu Tommy menolak hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu, 11 Juli 2020 yang menetapkan Muchdi PR sebagai ketua umum.
Partai Amanat Nasional (PAN) juga pernah dilanda konflik internal. Kondisi itu terlihat nyata dalam aksi "lempar kursi" saat Kongres V PAN di Sulawesi Tenggara, Februari 2020. Dalam kongres tersebut, PAN terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Zulkifli Hasan dan kubu Mulfachri Harahap-Hanafi Rais yang didukung oleh sang pendiri PAN Amien Rais.
Setelah melalui proses yang cukup dramatis, Zulkifli Hasan kembali terpilih menjadi ketua umum. Kubu Amien Rais pun terpental. Puncaknya, Amien Rais dan Hanafi Rais mundur dari PAN. Meninggalkan PAN, Amien Rais mendirikan Partai Ummat yang didalamnya juga beranggotakan mantan kader PAN.
(dam)
Lihat Juga :