Banting Setir Menjadi Youtuber, Mantan Guru Ini Mampu Buka Usaha Sewa Bus Wisata
Rabu, 03 Februari 2021 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Video seri I ditonton 1,8 juta orang. Mulai saat itu, Wahid meyakinkan bahwa jadi youtuber menjadi jalan hidupnya. Pembuatan video itu pada tahun 2015. Sekarang akun youtube Mas Wahid memiliki 996.000 subscriber dan 638 video. Rata-rata terkait dengan dunia otomotif. Dunia konten memerlukan kreativitas dan inovasi. Tahun itu pula dia meninggalkan pekerjaannya sebagai guru.
Habis satu video, langsung memikirkan mau buat konten apa lagi berikutnya. Wahid pun merasakan hal yang sama. Setelah tutorial cara mengemudi manual, kemudian lahir video cara merawat kendaraan. Bingung, nyaris habis ide. Wahid akhirnya membuat video cara membeli mobil bekas, mulai dari tes drive hingga cek mesin.
Tak disangka, tutorial itu memancing seorang penontonnya untuk minta dicarikan mobil. Wahid pun mencarikan mobil. Perempuan itu bahkan langsung percaya kepada Wahid dengan mentransfer seluruh uang untuk biaya pembelian mobil. “Rp150 juta itu uang terbanyak yang pernah ada dalam rekening saya (saat itu),” ucapnya.
(Baca: RCTI Sukses Gelar TikTok Awards Indonesia 2020, Wadah Baru Konten Kreator yang Menjanjikan)
Perempuan itu punya dua alasan mempercayakan uangnya pad Wahid. Pertama, subscriber-nya sudah banyak jadi tidak mungkin jadi penipu. Kalau menipu, pasti kerugian pribadi Wahid lebih besar. Kedua, wajahnya, menurut perempuan itu, tidak ada tampang penipu. Upaya pencarian dan pembelian mobil itu awalnya akan dikasih judul sangat teknis.
Semuanya berubah ketika pembeli mengirim pesan ke Wahid. Pesannya: terima kasih Mas Wahid sudah memburukan mobil impian sejak SMA. Itu jadi inspirasi untuk judul video. Wahid mengatakan dalam membuat video, dia dan tim tidak hanya ingin menyajikan konten yang menghibur. Akan tetapi, video itu harus memberikan manfaat kepada masyarakat banyak.
“Kalau challenge dan frank, ya memang punya manfaat menghibur. Akan tetapi, setelah dapat hiburan terus keluar apa yang terjadi? Dia tidak ada peningkatan skill. Harapanku, seperti ngasih info ada mobil bekas banjir dan murah. Itu enggak apa-apa, saya sudah coba tiga bulan. Enggak ada kendali. Itu menolong dan sharing info,” paparnya.
Sayangnya, Wahid tidak mau membuka berapa penghasilan dari youtube. Namun, pada 2014, dia memperoleh penghasilan pertama setelah dua tahun jumpalitan membuat konten. Waktu itu, dia memperoleh $100 (kurs Rp12.300). Pada Desember tahun yang sama, gaji kedua dari youtube mengucur lagi sebesar $100. Dari sini terlihat, tak ada yang instan seperti bayangan semua orang.
Habis satu video, langsung memikirkan mau buat konten apa lagi berikutnya. Wahid pun merasakan hal yang sama. Setelah tutorial cara mengemudi manual, kemudian lahir video cara merawat kendaraan. Bingung, nyaris habis ide. Wahid akhirnya membuat video cara membeli mobil bekas, mulai dari tes drive hingga cek mesin.
Tak disangka, tutorial itu memancing seorang penontonnya untuk minta dicarikan mobil. Wahid pun mencarikan mobil. Perempuan itu bahkan langsung percaya kepada Wahid dengan mentransfer seluruh uang untuk biaya pembelian mobil. “Rp150 juta itu uang terbanyak yang pernah ada dalam rekening saya (saat itu),” ucapnya.
(Baca: RCTI Sukses Gelar TikTok Awards Indonesia 2020, Wadah Baru Konten Kreator yang Menjanjikan)
Perempuan itu punya dua alasan mempercayakan uangnya pad Wahid. Pertama, subscriber-nya sudah banyak jadi tidak mungkin jadi penipu. Kalau menipu, pasti kerugian pribadi Wahid lebih besar. Kedua, wajahnya, menurut perempuan itu, tidak ada tampang penipu. Upaya pencarian dan pembelian mobil itu awalnya akan dikasih judul sangat teknis.
Semuanya berubah ketika pembeli mengirim pesan ke Wahid. Pesannya: terima kasih Mas Wahid sudah memburukan mobil impian sejak SMA. Itu jadi inspirasi untuk judul video. Wahid mengatakan dalam membuat video, dia dan tim tidak hanya ingin menyajikan konten yang menghibur. Akan tetapi, video itu harus memberikan manfaat kepada masyarakat banyak.
“Kalau challenge dan frank, ya memang punya manfaat menghibur. Akan tetapi, setelah dapat hiburan terus keluar apa yang terjadi? Dia tidak ada peningkatan skill. Harapanku, seperti ngasih info ada mobil bekas banjir dan murah. Itu enggak apa-apa, saya sudah coba tiga bulan. Enggak ada kendali. Itu menolong dan sharing info,” paparnya.
Sayangnya, Wahid tidak mau membuka berapa penghasilan dari youtube. Namun, pada 2014, dia memperoleh penghasilan pertama setelah dua tahun jumpalitan membuat konten. Waktu itu, dia memperoleh $100 (kurs Rp12.300). Pada Desember tahun yang sama, gaji kedua dari youtube mengucur lagi sebesar $100. Dari sini terlihat, tak ada yang instan seperti bayangan semua orang.
Lihat Juga :