'Sport Development Index', Titik Tumpu Loncatan Daya Saing

Kamis, 04 Februari 2021 - 06:03 WIB
loading...
Sport Development Index,...
Agus Kristiyanto (Foto: Istimewa)
A A A
Agus Kristiyanto
Profesor Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga FKOR Universitas Sebelas Maret Surakarta, Tim Pengembang New Sport Development Index (SDI), Tim Penyusun Renstra KONI Pusat

SETIDAKNYA ada 4 (empat) agenda besar nasional pada pengujung 2020 yang energinya mengalir deras pada 2021. Energi yang terbentuk untuk membangun formula strategis dalam mewujudkan daya saing keolahragaan. Pertama, realisasi revisi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN), sebagai “aksi konstruktif” memberhasilkan agenda Prolegnas yang telah digulirkan sejak awal 2020. Kedua, penataan formula New Sport Development Index (New SDI) sebagai sebuah instrumen pengukur keberhasilan pembangunan olahraga yang sebenarnya telah ada sejak 2004.

Ketiga, cetak biru (blue print) berupa grand design keolahragaan yang disusun oleh Tim Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dikaitkan juga dengan keinginan mewujudkan impian Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade pada 2032. Keempat, penyusunan Rencana Strategis KONI Pusat tentang formula strategis lima tahunan untuk mewujudkan prestasi dan daya saing olahraga di ranah lingkup olahraga prestasi atau lebih tepatnya pada elite atlet.

Benang Merah Daya Saing
Penyelenggaraan keempat agenda besar tersebut pantas untuk diapresiasi karena merefleksikan semangat tak kenal menyerah kendati dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung. Sebuah masa sulit karena semuanya serbamemerlukan adaptasi-adaptasi kebiasaan baru. Sepertinya ada satu pesan moral yang tengah terbangun, yakni kepemilikan daya saing keolahragaan itu memang tidak bisa ditempuh dengan jalan pintas. Pada saat tekanan pandemi, justru hadir keinginan berenergi besar untuk membuat perencanaan-perencanaan strategis.

Namun, terdapat kondisi lain yang perlu diciptakan ketika keempat hal tersebut telah berhasil diagendakan dan diarahkan menghasilkan luaran atau outcome ke depan. Kata kuncinya adalah integrasi antara keempatnya agar menjadi skenario sinergis yang saling menopang. Benang merahnya sebenarnya terletak pada sikap akomodatif para stakeholder olahraga dalam mengartikulasi gambar besar keolahragaan sebagai titik fokus yang saling memperkuat.

Titik fokus yang tak boleh diartikan sebagai sikap ego sektoral yang mengerucut pada cara pandang sempit, jangka pendek, orientasi instan, dan super-pragmatis. Langkah efektif menuju perwujudan prestasi dan daya saing memang harus dikedepankan, tetapi bukan dengan cara simplifikasi atau penyederhanaan yang meniadakan peran faktor penting yang lain. Menegakkan benang merah seperti ini merupakan “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan bersama agar “sulaman” gambar besar keolahragaan ke depan mewujud sebagai kain besar yang kuat, berwarna indah, dan bercorak sesuai dengan impian bersama.

Keempat agenda tersebut merupakan empat warna-warni pelangi yang memiliki tujuan untuk berkontribusi secara khas. Masing-masing agenda jika dicermati secara seksama, sebenarnya memiliki benang merah yang sama dan saling memperkuat, yakni formula daya saing keolahragaan. Artinya, UU SKN perlu direvisi salah satu tujuan intinya adalah melakukan revisi terhadap pasal-pasal tertentu agar “lebih sesuai” sebagai regulasi yuridis yang mengakselerasi daya saing keolahragaan yang menyistemik.
Pembenahan konten dan revitalisasi komponen New SDI dimaksudkan agar ke depan bangsa ini memiliki instrumen pengukur yang mendasar dan komprehensif menuju daya saing keolahragaan multilingkup. Grand design keolahragaan nasional perlu dimantapkan sebagai bagian dari proses modern membuat perencanaan menuju daya saing keolahragaan sesuai target kurun waktunya. Sementara Renstra KONI Pusat diperlukan sebagai bentuk rencana lima tahunan menuju tahap pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi, khususnya daya saing atlet elite olahraga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sepak Bola dan Organisme...
Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan
Ibas Dukung Peningkatan...
Ibas Dukung Peningkatan Prestasi dan Karakter Pemuda lewat Olahraga
Ketum PB Lemkari, Mayjen...
Ketum PB Lemkari, Mayjen TNI Mar Purn Bambang Sutrisno Canangkan Panca Cipta Digdaya
Prabowo Ingin Jam Olahraga...
Prabowo Ingin Jam Olahraga Ditambah, Komisi X DPR Soroti Minim Fasilitas di Sekolah
Cagub Sulteng Ahmad...
Cagub Sulteng Ahmad Ali Ingin Beri Fasilitas Lengkap untuk Kembangkan Dunia Olahraga
Siapkan Indonesia Emas,...
Siapkan Indonesia Emas, Beasiswa LPDP Bidang Keolahragaan Disebar
Ini Menu Sarapan Terbaik...
Ini Menu Sarapan Terbaik sebelum Olahraga, Pisang dan Ubi Cilembu Juaranya
Ini Olahraga Terbaik...
Ini Olahraga Terbaik untuk Meningkatkan Hormon Testosteron Pria
Pound Fit X MusicZone...
Pound Fit X MusicZone Sukses Digelar, Ratusan Ibu-Ibu Kompak Olahraga Sambil Menabuh Ripstix
Rekomendasi
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved