Covid-19 Tak Terkendali, PKS: Pemerintah Mesti Berani Terapkan Karantina Penuh

Rabu, 03 Februari 2021 - 00:05 WIB
loading...
Covid-19 Tak Terkendali,...
PKS menilai sudah saatnya pemerintah mengambil langkah berani dalam penanganan Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi lewat karantina wilayah penuh. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) mengkritik kebijakan pemerintah penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Langkah pemerintah dinilai setengah hati yang justru membawa Indonesia dalam situasi sulit. Pandemi tidak terkendali di satu sisi dan di sisi lain pemulihan ekonomi pun tidak maksimal.

“Sudah saatnya pemerintah fokus pada penanganan kesehatan dan melakukan karantina wilayah secara penuh. Pemerintah harus berani mengambil opsi ini dan bertanggung jawab atas risikonya,” ujar Ketua DPP PKS Netty Prasetiyani kepada SINDOnews, Rabu (3/2/2021).

(Baca: 8 Bulan Covid-19 Tak Terkendali, Pemerintah Diminta Bikin Terobosan)

Pandemi Covid-19 memukul dunia usaha. Efek dominonya, banyak pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perumahan. Netty mengungkapkan kemiskinan meningkat karena pendapatan rakyat menurun dan daya belinya anjlok.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2020 menyatakan orang miskin bertambah 1,63 juta menjadi 26,42 juta. Sementara itu Institute for Development of Economic and Finance (Indef) memprediksi jumlah kemiskinan akan bertambah lagi tahun ini sehingga menjadi 28,37 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Luncurkan Syiar Zulhijjah,...
Luncurkan Syiar Zulhijjah, PKS Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Kurban
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Sudirman Said Ungkap...
Sudirman Said Ungkap Tiga Faktor yang Mengancam Keamanan Energi
Puncak Milad ke-24 PKS:...
Puncak Milad ke-24 PKS: Ruang Dialog Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Berita Terkini
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved