Covid-19 Tak Terkendali, PKS: Pemerintah Mesti Berani Terapkan Karantina Penuh

Rabu, 03 Februari 2021 - 00:05 WIB
loading...
A A A
“Oleh sebab itu, saya meminta pemerintah melakukan evaluasi komprehensif terhadap program pemulihan ekonomi yang sudah dijalankan. Setelah itu, mencari terobosan inovatif dalam menggunakan anggaran Covid-19 yang besar itu,” tuturnya.

(Baca: Update Corona: Positif 1.099.687 Orang, 896.530 Sembuh dan 30.581 Meninggal)

Anggota Komisi IX DPR itu mengusulkan beberapa langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan ini. Pertama, anggaran pembangunan difokuskan pada program berdampak langsung pada pendapatan rakyat, seperti program padat karya di pedesaan.

Kedua, lakukan pembelian langsung hasil pertanian, kelautan, dan usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar harga terjaga dan roda usaha tetap berputar. Ketiga, pastikan pelaksanaan program dan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.

Tahun ini, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp403 triliun untuk pemulihan ekonomi (PEN). Salah satu pos anggarannya untuk jaring pengaman sosial sebesar Rp110 triliun. Netty mendorong dana PEN ini dimaksimalkan untuk program yang menyerap tenaga kerja. “Optimalkan yang tersedia dan pastikan dikelola dengan jujur,adil, dan merata tanpa korupsi,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Luncurkan Syiar Zulhijjah,...
Luncurkan Syiar Zulhijjah, PKS Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Kurban
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Sudirman Said Ungkap...
Sudirman Said Ungkap Tiga Faktor yang Mengancam Keamanan Energi
Puncak Milad ke-24 PKS:...
Puncak Milad ke-24 PKS: Ruang Dialog Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved