BSI Napas Baru Ekonomi Syariah

Selasa, 02 Februari 2021 - 06:35 WIB
loading...
BSI Napas Baru Ekonomi...
Kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) sebuah sejarah bagi ekonomi syariah di Indonesia. (Ilustrasi: SINDONews/Wawan Bastian)
A A A
DENGAN mengucap bismillahirramanirrahim PT Bank Syariah Indonesia Tbk saya nyatakan diluncurkan.” Demikian ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan penggabungan (merger) tiga bank syariah milik negara (BUMN), yakni Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan BRI Syariah yang kini menyandang nama Bank Syariah Indonesia (BSI), awal pekan ini. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kehadiran BSI adalah sebuah sejarah bagi ekonomi syariah di Indonesia. Presiden menyebut BSI sebagai salah satu identitas global yang memberi kebanggaan Indonesia. Dengan adanya BSI Jokowi berharap menjadi momentum bagi negeri berpenduduk 270 juta jiwa ini menjadi salah satu negara terdepan di bidang ekonomi syariah.

Pada saat memberikan arahan pada peresmian BSI lebih jauh Presiden Jokowi menyebut empat hal penting. Pertama, BSI terbuka dalam pengertian menjangkau lebih banyak masyarakat. Karena itu, BSI benar-benar menjadi bank syariah yang universal dan terbuka sehingga menjangkau masyarakat lebih luas. “Jadi jangan berpikir Bank Syariah Indonesia ini hanya untuk umat Islam saja, yang nonmuslim pun juga harus diterima dan disambut baik menjadi nasabah,” katanya.

Kedua, BSI harus memaksimalkan penggunaan teknologi guna menjangkau masyarakat yang belum tersentuh layanan lembaga keuangan. Ketiga, BSI merangkul kaum milenial yang jumlahnya mencapai 25,87% dari total penduduk Indonesia. Keempat, BSI harus mempunyai produk dan layanan keuangan yang kompetitif, mulai dari segmen UMKM dan korporasi hingga ritel.

Namun, sehari setelah BSI diluncurkan timbul pertanyaan bagaimana nasib nasabah ketiga bank hasil merger itu? Di dalam penjelasan resmi PT Bank BRISyariah Tbk selaku bank yang menerima penggabungan (survivor entity) ditegaskan, dana nasabah aman dan terjamin. Seluruh operasional dan layanan untuk nasabah berjalan seperti biasa dan tetap optimal. Selanjutnya, terkait proses transisi dana atau transaksi nasabah dari bank asal ke bank hasil merger akan diumumkan segera bila terjadi perubahan operasional dan layanan terkait proses peralihan ke BSI. Terkait dengan kartu debit dan buku tabungan nasabah dipastikan tidak ada perubahan. Jadi, nasabah masih bisa memakai kartu debit dan buku tabungan yang sama. Begitupula uang elektronik berbasis kartu seperti e-Money, Tapcash, dan Brizzi, juga Hasanah Card masih berlaku hingga nasabah menerima kartu baru dari BSI.

Proses penggabungan ketiga bank syariah BUMN itu memang tergolong singkat untuk sebuah aksi korporasi yang menggabungkan tiga bank syariah sekaligus. Bagi Menteri BUMN Erick Thohir, kehadiran BSI bukan kebanggaan semata, tetapi sudah seharusnya ada bank syariah berkapasitas besar sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. BSI harus menjadi energi baru bagi ekonomi Indonesia dengan menerapkan prinsip financial justice dan stability in investment. BSI memiliki fokus untuk menumbuhkan segmen UMKM dalam ekosistem yang terintegrasi, melayani sektor ritel dan consumer, dan mengembangkan segmen wholesale dengan produk inovatif termasuk pengembangan bisnis global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Refleksi Muharram: Membangun...
Refleksi Muharram: Membangun Ekonomi Syariah Indonesia
Wartawan, Profesi yang...
Wartawan, Profesi yang Paling Dimuliakan dalam Al-Qur'an
International Hajj Fund...
International Hajj Fund Forum Upaya Optimalkan Pengelolaan Dana Haji Lebih Efisien
Gagasan Ganjar Jadikan...
Gagasan Ganjar Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Global Dinilai Realistis
SGIE, Spirit Akselerasi...
SGIE, Spirit Akselerasi Indonesia sebagai Kiblat Ekonomi Islam Dunia?
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Rekomendasi
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Spanyol, Negara yang Meraih Juara Piala Dunia 2026
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Berita Terkini
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved