Mewaspadai Klaster Pengungsi

Senin, 01 Februari 2021 - 18:02 WIB
loading...
A A A
Sebagai gambaran sederhana, mencuci tangan adalah salah satu protokol wajib untuk mencegah penularan Covid-19. Ketersediaan pasokan air bersih tentu menjadi sangat penting. Rehabilitasi sarana-prasarana jaringan air bersih secara memadai pun menjadi sangat penting untuk segera dilaksanakan di wilayah-wilayah terdampak bencana. Hal ini agar kebutuhan air bersih harian bagi masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi sekaligus masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan secara baik.

Waspada Risiko Klaster Pengungsi
Banyaknya kejadian bencana alam di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai harus dibarengi kewaspadaan ekstratinggi oleh kita semua. Apalagi, tren kasus positif Covid-19 di Indonesia pun masih cenderung terus meningkat. Tentu, kita semua tidak ingin beban berat akibat dampak kejadian bencana menjadi berlipat ganda akibat penambahan kasus-kasus baru Covid-19. Korban bencana yang terpaksa bertempat tinggal sementara di pengungsian memiliki risiko terpapar virus yang tinggi. Keterbatasan untuk dapat melaksanakan protokol kesehatan secara optimal menjadi penyebabnya. Ketersediaan masker yang terbatas, ketersediaan air bersih dan sabun cuci tangan yang terbatas, maupun ruang untuk menjaga jarak di area tempat pengungsian/tenda-tenda pengungsian yang juga terbatas menjadi potensi sumber permasalahan.

Merujuk kembali pada data Pusdatin BNPB, jumlah penduduk terdampak dan terpaksa mengungsi pun tidak bisa dibilang sedikit, 1,3 juta orang. Kekhawatiran akan terpapar Covid-19 tentu membayangi para pengungsi tersebut dengan segala keterbatasan yang ada. Apabila secara khusus kita melihat kejadian gempa bumi dahsyat di Sulawesi Barat, tercatat ribuan orang harus mengungsi akibat kejadian gempa tersebut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi bahwa pada tanggal 14 dan 15 Januari 2021, Majene diguncang gempa dengan kekuatan signifikan, yakni masing-masing 5,9 SR dan 6,2 SR. BNPB mencatat, akibat kedua gempa tersebut jumlah penduduk yang harus mengungsi berjumlah 9.910 jiwa. Pengungsi di Kabupaten Mamuju teridentifikasi sementara berada 5 titik pengungsian seperti di Jalu 2, Stadion Mamuju, Gerbang Kota Mamuju, Tapalang, dan Kantor Bupati. Sementara di Kabupaten Majene, 2 titik teridentifikasi, yaitu di SPN Malunda dan Desa Sulet Malunda (BNPB, 2021). Banyaknya jumlah pengungsi juga meningkatkan potensi penyebaran Covid-19. Kesiapsiagaan akan timbulnya klaster-klaster penyebaran Covid-19 harus benar-benar ditingkatkan. Terutama pada masa-masa tanggap darurat, hal ini merujuk pada informasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutkan gejala-gejala kemunculan Covid-19 berkisar antara 1-14 hari.

Apa yang Harus Dilakukan?
Tentu kita dapat berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya pada saat munculnya klaster libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021. Saat itu, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan munculnya klaster libur panjang adalah karena menurunnya kepatuhan pelaksanaan protokol kesehatan oleh masyarakat. Oleh karena itu, meskipun terkesan klise, kedisiplinan semua pihak dalam pelaksanaan protokol kesehatan adalah kunci pencegahan timbulnya klaster pengungsi.

Di sisi pemerintah diharapkan selain berfokus pada pemenuhan kebutuhan logistik bagi pengungsi, perlu juga memperhatikan pemenuhan kebutuhan protokol kesehatan bagi para pengungsi seperti masker, sabun cuci tangan, hand sanitizer, dan penyemprotan disinfektan secara berkala di lokasi-lokasi pengungsian. Pemerintah melalui Satgas Covid-19 di daerah juga diharapkan tidak bosan untuk melakukan edukasi pelaksanaan protokol kesehatan secara disiplin bagi para pengungsi. Satgas Covid-19 di wilayah terdampak juga perlu melakukan screening ketat terhadap pergerakan orang masuk ke wilayahnya. Misalnya saja para relawan yang datang dari luar daerah. Perlu dipastikan mereka yang memasuki lokasi bencana bukan merupakan carrier Covid-19 dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Urgensi Green Campus...
Urgensi Green Campus di Tengah Krisis Ekologis
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif
Rekomendasi
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
Klaster Perkantoran...
Klaster Perkantoran Makin Meningkat Setelah Terima Vaksinasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved