Menteri Jokowi Ingin Rebut PD, Pengamat: Waspadai Strategi Pecah Belah Lawan Politik
Senin, 01 Februari 2021 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Umam melanjutkan, secara teori, faksionalisme itu bisa disebabkan faktor internal maupun eksternal. Jika apa yang disampaikan AHY itu benar maka langkah itu sejatinya merendahkan demokrasi. “Banyak kalangan civil society menilai bahwa kekuatan oposisi dan masyarakat sipil yang kritis, telah digembosi dan akhirnya terfragmentasi. Cara-cara penggembosan lawan itu semakin mengkonfirmasi merosotnya kualitas demokrasi,” kata Umam.
Baca juga : Virus Nipah di China dengan Tingkat Kematian 75% Bisa Menjadi Pandemi Baru
Karena itu, Umam menyarankan agar Presiden Joko Widodo mampu mendorong agar demokrasi di Indonesia tetap sehat. “Presiden harus bersikap tegas kepada oknum di sekitarnya yang bermain-main dan mengacak-acak lawan politiknya,” katanya.
Umam melanjutkan, langkah semacam itu adalah strategi lama para diktator yang tidak tahan menghadapi krisisme lawannya. “Krisisme dalam sistem kompetisi politik itu sehat untuk demokrasi, Presiden perlu tertibkan orang-orang di sekitarnya yang melemahkan kualitas demokrasi,” katanya.
Baca juga : Virus Nipah di China dengan Tingkat Kematian 75% Bisa Menjadi Pandemi Baru
Karena itu, Umam menyarankan agar Presiden Joko Widodo mampu mendorong agar demokrasi di Indonesia tetap sehat. “Presiden harus bersikap tegas kepada oknum di sekitarnya yang bermain-main dan mengacak-acak lawan politiknya,” katanya.
Umam melanjutkan, langkah semacam itu adalah strategi lama para diktator yang tidak tahan menghadapi krisisme lawannya. “Krisisme dalam sistem kompetisi politik itu sehat untuk demokrasi, Presiden perlu tertibkan orang-orang di sekitarnya yang melemahkan kualitas demokrasi,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :