Menteri Jokowi Ingin Rebut PD, Pengamat: Waspadai Strategi Pecah Belah Lawan Politik
Senin, 01 Februari 2021 - 17:31 WIB
loading...
Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina A Khoirul Umam mengatakan, waspadai strategi pecah belah lawan politik. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan partainya tengah menghadapi ancaman pihak eksternal yang berada di lingkaran kekuasaan dengan berusaha mengambil alih kepemimpinan di internal partainya.
Baca juga : Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Jakarta A Khoirul Umam mengatakan, hal itu mengindikasikan adanya penggunaan strategi klasik yang mencoba melemahkan rival dengan memecah belah soliditas kekuatan lawan. ”Jika benar apa yang dialami Demokrat itu dilakukan oleh oknum di lingkaran kekuasaan, sejatinya hal itu hanyalah pengulangan strategi klasik untuk melemahkan rival,” kata Umam, Senin (1/2/2021). Baca juga: AHY Sebut Ada Menteri Jokowi Ingin Rebut Demokrat
Dikatakan Direktur Eksekutif Romeo Strategic Research & Consulting (RSRC) ini, jika ditelaah lebih detail, mayoritas partai pro pemerintah tergolong solid dan tidak ada yang mengalami faksionalisme yang cukup serius. Sementara hampir semua kekuatan partai non-pemerintah saat ini mengalami faksionalisme internal. PAN telah pecah, dan sempalannya sudah menjadi Partai Ummah. Baca juga: AHY Ungkap Perebutan Demokrat untuk Kendaraan Politik Pilpres 2024
Sementara PKS juga sudah pecah menjadi Partai Gelora. Sementara Partai Demokrat tampaknya termasuk yang masih solid. “Kalau melihat tren kenaikan elektabilitas Demokrat yang terus menggeliat, bisa dipahami kalau ada the invisible hand yang berusaha mengacak-acak kekuatannya,” kata alumni University of Queensland, Australia tersebut. Baca juga: Merasa Akan Dikudeta, AHY Surati Presiden Jokowi
Baca juga : Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Jakarta A Khoirul Umam mengatakan, hal itu mengindikasikan adanya penggunaan strategi klasik yang mencoba melemahkan rival dengan memecah belah soliditas kekuatan lawan. ”Jika benar apa yang dialami Demokrat itu dilakukan oleh oknum di lingkaran kekuasaan, sejatinya hal itu hanyalah pengulangan strategi klasik untuk melemahkan rival,” kata Umam, Senin (1/2/2021). Baca juga: AHY Sebut Ada Menteri Jokowi Ingin Rebut Demokrat
Dikatakan Direktur Eksekutif Romeo Strategic Research & Consulting (RSRC) ini, jika ditelaah lebih detail, mayoritas partai pro pemerintah tergolong solid dan tidak ada yang mengalami faksionalisme yang cukup serius. Sementara hampir semua kekuatan partai non-pemerintah saat ini mengalami faksionalisme internal. PAN telah pecah, dan sempalannya sudah menjadi Partai Ummah. Baca juga: AHY Ungkap Perebutan Demokrat untuk Kendaraan Politik Pilpres 2024
Sementara PKS juga sudah pecah menjadi Partai Gelora. Sementara Partai Demokrat tampaknya termasuk yang masih solid. “Kalau melihat tren kenaikan elektabilitas Demokrat yang terus menggeliat, bisa dipahami kalau ada the invisible hand yang berusaha mengacak-acak kekuatannya,” kata alumni University of Queensland, Australia tersebut. Baca juga: Merasa Akan Dikudeta, AHY Surati Presiden Jokowi
Lihat Juga :