Gempa Sulbar Pemicu Gempa Lain di Indonesia? Begini Penjelasan Profesor ITB
Senin, 01 Februari 2021 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Benyamin mengatakan Majene dan Mamuju yang terdampak gempa M6,2 di Sulbar memang titik potensi tinggi gempa bumi yang berpotensi terjadi tsunami.
“Daerah Majene, Mamuju ini ternyata daerah yang boleh dikatakan signifikan tinggi potensi gempa buminya dan juga berasosiasi dengan tsunami. Jadi, kalau gempa tektonik selalu berasosiasi dengan batas lempeng ya. Kalau kita tahu kalau batas lempeng di dalamnya juga mempunyai sesar-sesar aktif yang cukup signifikan,” ungkap Benyamin.
(Baca: Tiga Lempeng Tektonik Aktif Pemicu Gempa Bumi di Indonesia)
Benyamin mengungkapkan sesar aktif di wilayah Sulbar berasosiasi dengan sesar-sesar aktif salah satunya Palu Koro dan Matano. “Nah, di antaranya Sulawesi ini terletak pada border yang kita pikir secara tektonik relatif tenang dan stabil ternyata banyak sekali gempa dangkal yang di daerah Sulawesi ini terutama berasosiasi sesar-sesar yang cukup terkenal seperti sesar Palu Koro dan Matano,” katanya.
“Jadi di Sulawesi Barat ini cukup tinggi dan juga mempunyai struktur yang cukup aktif. Jadi di Sulawesi ini sebenarnya tektonik boleh dikatakan tidak terlalu matang, tetapi kita mengenal voltras belt di daerah Majene Mamuju yang berkaitan dengan apa yang disebut sebagai Sulawesi Volt Belt di daerah Makassar ini. Kemudian sebelah timur kita juga mempunyai sesar yang disebut Kolanae, di Utara kita tahu kita mempunyai Palu Koro. Keaktifan sesar di daerah ini cukup tinggi sekali dibandingkan dengan banyak daerah lainnya,” papar Benyamin.
“Daerah Majene, Mamuju ini ternyata daerah yang boleh dikatakan signifikan tinggi potensi gempa buminya dan juga berasosiasi dengan tsunami. Jadi, kalau gempa tektonik selalu berasosiasi dengan batas lempeng ya. Kalau kita tahu kalau batas lempeng di dalamnya juga mempunyai sesar-sesar aktif yang cukup signifikan,” ungkap Benyamin.
(Baca: Tiga Lempeng Tektonik Aktif Pemicu Gempa Bumi di Indonesia)
Benyamin mengungkapkan sesar aktif di wilayah Sulbar berasosiasi dengan sesar-sesar aktif salah satunya Palu Koro dan Matano. “Nah, di antaranya Sulawesi ini terletak pada border yang kita pikir secara tektonik relatif tenang dan stabil ternyata banyak sekali gempa dangkal yang di daerah Sulawesi ini terutama berasosiasi sesar-sesar yang cukup terkenal seperti sesar Palu Koro dan Matano,” katanya.
“Jadi di Sulawesi Barat ini cukup tinggi dan juga mempunyai struktur yang cukup aktif. Jadi di Sulawesi ini sebenarnya tektonik boleh dikatakan tidak terlalu matang, tetapi kita mengenal voltras belt di daerah Majene Mamuju yang berkaitan dengan apa yang disebut sebagai Sulawesi Volt Belt di daerah Makassar ini. Kemudian sebelah timur kita juga mempunyai sesar yang disebut Kolanae, di Utara kita tahu kita mempunyai Palu Koro. Keaktifan sesar di daerah ini cukup tinggi sekali dibandingkan dengan banyak daerah lainnya,” papar Benyamin.
(muh)
Lihat Juga :